Foto Rachmat Irianto muda bersama mendiang sang ayah (kiri) ketika juara bersama Persebaya. Rachmat Irianto bersama sang anak ketika juara bersama Persib Bandung (Dok. Rachmat Irianto)
JawaPos.com - Kabar terbaru mengabarkan berita duka yang memayungi langit mendung di Surabaya. Legenda Persebaya Surabaya dan pelatih Deltras FC, Bejo Sugiantoro, mengembuskan napas terakhirnya. Berita sedih ini turut dirasakan seluruh kalangan penikmat sepak bola sejak masih aktif bermain hingga kini menduduki jabatan kepelatihan.
Bek legendaris Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya itu meninggalkan banyak kenangan manis untuk tinta emas sejarah sepak bola Indonesia. Kabar tersebut bermula dari unggahan di media sosial Persebaya Surabaya. Ribuan doa dan komentar sedih turut membanjiri kolom komentar yang masih tak menyangka kepergian beliau.
Tidak hanya Bonek yang mendoakan, tetapi seluruh insan sepak bola dari seluruh suporter mendoakan yang terbaik untuk mendiang Coach Bejo Sugiantoro. Pesan-pesan duka mendalam pun turut diberikan kepada sang anak, Rachmat Irianto, yang kini berseragam Persib Bandung.
Rachmat Irianto yang musim lalu berhasil merengkuh trofi Liga 1 bersama Persib Bandung membagikan foto mengharukan di akun media sosial pribadinya, @rachmatirianto. Postingan itu memuat foto Rachmat Irianto sedang merayakan gelar juara bersama skuad Persib Bandung.
Tak ketinggalan, Rachmat Irianto juga menggendong sang anak dan turut bersama-sama larut dalam kebahagiaan menjadi juara musim 2023/2024. Foto di slide terakhir memampang potret ketika Rachmat Irianto yang masih muda belia turut merayakan gelar juara mendiang ayahnya bersama Persebaya Surabaya pada 2004 silam.
"Teruntuk anak-anakku, kelak akan banyak orang yang akan membandingkanmu antara akung (sapaan untuk kakek), bapak, dan kalian. Bebanmu jauh lebih berat daripada yang bapak rasakan," begitu penggalan caption dari postingan Rachmat Irianto yang berpesan kepada masa depan sang anak kelak.
"Tetapi, tidak perlu khawatir nak, kenapa? Di sini Bapak bisa membuktikan bahwa Bapak tidak bersanding dengan nama besar akungmu. Bapak bisa berdiri sendiri. Dan, kelak kamu akan bisa berdiri sendiri. Percayalah, Bapak sayang kalian," tulis Rachmat Irianto pada penggalan berikutnya di postingan yang sama.
Pesan yang coba disampaikan terasa kuat. Kendati nama besar mendiang Bejo Sugiantoro terpatri kuat, namun Rachmat Irianto bisa berpijak pada nama besar yang coba dibangun sendiri. Pesan itu juga coba diteruskan kepada sang anak yang kelak di suatu saat nanti memilih jalan yang sama dengan sang bapak dan kakeknya menjadi pemain sepak bola profesional.
Nantinya kita akan melihat tiga generasi hebat dari trah Bejo Sugiantoro untuk sumbangsih nyata bagi sepak bola Indonesia. Nama mendiang Bejo Sugiantoro sudah menyatu dengan nama Persebaya Surabaya sendiri. Walaupun sepanjang kariernya tidak selalu dihabiskan di Surabaya, namun hati Bejo Sugiantoro tidak akan berpaling selain nama Persebaya di benaknya.
Sukses sebagai pemain, Bejo Sugiantoro pernah juga menjadi jajaran kepelatihan dalam tubuh tim utama Persebaya Surabaya. Bejo berkolaborasi dengan pelatih Aji Santoso yang menjadi pelatih utama dan bekerja sejak 2018 sampai 2023.
Kedua pelatih kemudian berpisah jalan dengan Bejo Sugiantoro memilih untuk melatih Deltras FC di Liga 2. Kiprahnya berhasil membawa The Lobster menembus babak 8 besar Liga 2 dan kembali berjumpa dengan kawan lama, Coach Aji Santoso, yang kini menangani PSPS Pekanbaru.
Kecintaannya akan sepak bola terus dibawa sampai akhir hayat dengan meninggalkan nama besar yang sulit untuk dilupakan. Selamat jalan, Coach Bejo Sugiantoro. Semoga amal ibadah diterima di Sisi-Nya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
