Ekspresi pelatih Persebaya Paul Munster. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com — Paul Munster sempat membuat Bonek optimis Persebaya Surabaya bisa juara Liga 1. Namun, kini posisinya justru semakin terancam setelah serangkaian hasil buruk.
Awal musim Liga 1 2024/2025 sempat menjadi panggung bagi Paul Munster untuk menunjukkan kualitasnya. Persebaya Surabaya tampil impresif dan mencatatkan start terbaik dalam sejarah klub di era Liga 1.
Harapan besar muncul di kalangan suporter Green Force bisa bersaing di papan atas. Namun, kenyataan di putaran kedua justru berkata lain setelah Persebaya Surabaya keluar dari perburuan gelar juara.
Persib Bandung kini memimpin klasemen sementara, sementara Persebaya Surabaya semakin tertinggal. Kekalahan terbaru dari Persis Solo dengan skor 1-2 membuat tekanan terhadap Paul Munster semakin besar.
Bonek mulai kehilangan kesabaran dan banyak yang meminta Munster mundur dari jabatannya. Manajemen Persebaya Surabaya pun mulai mempertimbangkan nasib sang pelatih seiring menurunnya performa tim.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, akhirnya buka suara terkait masa depan Munster. Ia menegaskan dua laga ke depan akan menjadi penentu bagi sang pelatih.
Persebaya Surabaya akan menghadapi PSBS Biak di kandang dan bertandang ke markas Dewa United. Jika Munster mampu membawa tim meraih kemenangan di dua laga tersebut, posisinya bisa tetap aman.
Namun, jika hasil negatif kembali diraih, maka kemungkinan besar Munster akan dipecat. Kontraknya memang masih berlaku hingga 31 Mei 2025, tetapi manajemen bisa mengambil keputusan berbeda.
Dari catatan Transfermarkt, Paul Munster memiliki perjalanan karier kepelatihan yang cukup panjang. Ia pernah menangani klub dan tim nasional di berbagai negara sebelum berlabuh di Persebaya Surabaya.
Karier kepelatihannya dimulai di Orebro SK U-19, lalu berlanjut ke Minerva Punjab FC di India. Setelah itu, ia sempat menangani Timnas Vanuatu sebelum akhirnya datang ke Indonesia.
Di Indonesia, Munster pertama kali menangani Bhayangkara FC dan cukup sukses membawa tim tampil kompetitif. Kini, di Persebaya Surabaya, ia menghadapi tantangan lebih besar untuk membuktikan kualitasnya.
Namun, untuk menjadi pelatih asing tersukses di era Liga Indonesia, Munster masih harus melewati perjalanan panjang. Saat ini, rekor tersebut masih dipegang oleh legenda Persebaya Surabaya, Jacksen F. Tiago.
Jacksen memiliki catatan luar biasa sebagai pelatih di Indonesia sejak debutnya pada 1 Desember 2011. Ia mengumpulkan 706 poin dalam 207 pertandingan dengan rata-rata 1,71 poin per laga.
Selain Jacksen, ada juga Stefano Cugurra yang sukses bersama Bali United dan Persija Jakarta. Pelatih asal Brasil itu memiliki catatan poin lebih baik dengan rata-rata 1,86 poin per laga.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
