Ekspresi pelatih Persebaya Paul Munster pada laga mengahadapi Persita dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, (31/1/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah berada dalam periode krisis setelah menelan kekalahan 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan pada matchday ke-22 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Hasil ini menambah catatan buruk Green Force, yang hanya meraih satu poin dari enam pertandingan terakhir.
Dalam rentetan tersebut, Persebaya Surabaya mengalami lima kekalahan beruntun melawan Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis. Satu-satunya poin diperoleh dari hasil imbang 1-1 melawan Persita di Gelora Bung Tomo.
Direktur operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menyatakan nasib pelatih Paul Munster akan ditentukan dalam dua pertandingan mendatang melawan PSBS Biak dan Dewa United.
"Dengan hasil di Solo ini, dan memperhatikan permainan Persebaya Surabaya sejak memasuki putaran kedua, manajemen Persebaya Surabaya akan menentukan posisi Coach Paul Munster dalam dua pertandingan ke depan, melawan PSBS Biak dan Dewa United," ujar Candra, Jumat (7/2/2025).
Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu PSBS Biak pada 15 Februari di Gelora Bung Tomo dengan kick-off pukul 19.00 WIB. Setelah itu, mereka akan bertandang ke markas Dewa United pada 21 Februari.
Manajemen klub mengajak seluruh Bonek dan Bonita untuk terus memberikan dukungan kepada para pemain. Mereka menegaskan seluruh skuad akan berjuang hingga matchday ke-34 pada Mei mendatang, dengan sisa 12 pertandingan yang harus dilalui.
Performa buruk ini menjadi sorotan tajam, mengingat ekspektasi tinggi yang dibebankan pada Paul Munster sejak awal musim. Pada putaran pertama, Persebaya Surabaya sempat memuncaki klasemen sementara ungguli Persib Bandung. Namun, performa tim menurun drastis seiring berjalannya waktu.
Kekalahan dari Bali United pada Desember 2024 menjadi titik balik yang menandai awal dari serangkaian hasil negatif. Paul Munster mengungkapkan kekecewaannya atas performa tim saat itu, terutama dalam hal penyelesaian peluang dan koordinasi lini belakang.
“Ya, kita bermain 10 pemain, kita cetak gol 1-1, kita bermain cukup baik, itu yang terjadi di atas lapangan,” ujar Paul Munster dalam sesi konferensi pers, Jumat (7/2/2025).
“Kita punya menciptakan banyak peluang malam ini, dan seperti yang diciptakan Malik Risaldi, kami butuh striker pembunuh, kita bekerja keras malam ini, tapi kita cetak gol malam hari ini melalui penalti, karena kesalahan kiper lawan.”
Dengan situasi yang semakin genting, dua pertandingan mendatang akan menjadi penentu nasib Paul Munster di kursi kepelatihan Persebaya Surabaya. Dukungan penuh dari suporter diharapkan dapat memberikan semangat tambahan bagi tim untuk bangkit dari keterpurukan.
Persebaya Surabaya harus segera menemukan kembali performa terbaiknya untuk menghindari hasil buruk yang berkelanjutan. Manajemen dan suporter berharap tim dapat menunjukkan determinasi dan semangat juang tinggi dalam menghadapi sisa pertandingan musim ini.
Kemenangan dalam dua laga mendatang tidak hanya penting untuk memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan diri tim dan mempertahankan dukungan dari para suporter setia.
Paul Munster dan para pemain dituntut untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Kerja keras dan kerjasama tim menjadi kunci untuk keluar dari masa sulit ini.
Manajemen klub menegaskan komitmennya untuk mendukung tim dan pelatih dalam upaya memperbaiki performa. Namun, hasil di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama yang akan menentukan masa depan kepelatihan di Persebaya Surabaya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
