Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Februari 2025 | 21.13 WIB

Mengenal Kurniawan Dwi Yulianto, Eks Mesin Gol Persebaya yang Kini Ditugasi Mengasah Ketajaman Striker Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia Junior

Kurniawan saat turut membantu Indra Sjafri meraih medali emas SEA GAMES 2023 bagi Timnas Indonesia. (Instagram Kurniawan Dwi Yulianto)

 

JawaPos.com - Sebuah langkah jitu diambil oleh pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri, dengan memanggil eks striker legendaris Tanah Air, Kurniawan Dwi Yulianto, sebagai asistennya.

Kurniawan ditugaskan Coach Indra untuk menjadi pelatih penyerang demi memoles ketajaman para striker Timnas Indonesia junior di Piala Asia U-20 mulai 12 Februari ini di Tiongkok.

Dengan masuknya Kurniawan dalam staf kepelatihan Indra Sjafri, Timnas Indonesia junior bisa mencetak gol-gol penting di Piala Asia U-20 agar bisa lolos hingga empat besar dan otomatis lolos ke Piala Dunia U-20 di Chile.

Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia di era 90-an hingga 2000-an. 

Mengutip dari Antara, sepanjang kariernya sebagai pemain profesional sejak 1994-2013, pria yang akrab disapa Si Kurus ini merupakan pencetak gol terbanyak kelima tim nasional Indonesia sepanjang sejarah, yaitu 33 gol dari 59 laga.

Kurniawan merupakan produk binaan program Indonesia Primavera yang saat itu dikirim ke wilayah Genoa Italia pada sekitar 1993. Sempat menimba ilmu di Sampdoria pada 1994-1995, ia kemudian bergabung dengan tim Swiss, FC Luzern, pada musim yang sama sebagai pemain pinjaman.

Kurniawan mengakui, saat di FC Luzerne merupakan masa-masa ia benar-benar merasakan bagaimana beratnya menjadi pemain profesional di usia muda.

"Jadi saat saya bermain untuk FC Luzerne, ketika itulah saya merasa bagaimana rasanya menjadi pemain profesional. Di sana saya harus hidup mandiri, harus beradaptasi dengan bahasa Jerman yang digunakan di sana, cuaca, tanpa ada pendamping dari Indonesia. Juga harus mengatur pola makan sendiri, istirahatnya juga, sampai memotivasi sendiri kalau performa saya di lapangan kurang," ungkapnya pada podcast di akun YouTube Sport 77.

Selama di FC Luzern, Si Kurus mencetak tiga gol dari 27 laga yang ia mainkan. Setelah dari Swiss, ia kemudian kembali ke Indonesia dan bermain di klub-klub elite Tanah Air seperti Pelita Jaya, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, hingga Persija Jakarta.

Selama bermain di banyak klub, ia sudah mengoleksi 196 gol dari 388 pertandingan. Prestasinya sebagai juru gedor produktif semakin lengkap dengan membawa PSM dan Persebaya meraih gelar juara Liga Indonesia.

Dengan segudang prestasinya saat menjadi pemain, ia pun melanjutkan petualangannya di dunia sepak bola dengan terjun ke dunia kepelatihan.

Pada 2013, ia menangani tim akademi Chelsea di Jakarta. Kariernya kemudian berlanjut dengan menangani sejumlah tim, baik itu sebagai asisten pelatih maupun pelatih kepala.

Mantan pemain lulusan Diklat Salatiga ini menjadi asisten pelatih Borneo FC pada 2017-2018, sebelum diangkat menjadi asisten pelatih timnas senior 2018 dan Timnas Indonesia U-22/U-23  pada tahun berikutnya.

Ketika turut menangani Timnas U-22, skuadnya hampir saja meraih medali emas SEA Games 2019 Filipina. Sayangnya di final kalah dari Vietnam 3-0 sehingga hanya meraih medali perak.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore