Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Maret 2018 | 18.56 WIB

Bonek dan Aremania Satu Stadion Setelah 21 Tahun

ILUSTRASI: Bonek saat memberikan dukungan di dalam stadion - Image

ILUSTRASI: Bonek saat memberikan dukungan di dalam stadion

JawaPos.com – Laga semifinal Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2018 antara Persebaya Surabaya kontra Arema FC akan mencatat sejarah baru dalam lembar perseteruan masing-masing pendukung. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, Bonek dan Aremania berada dalam satu stadion. Momen kebersamaan kedua tim dalam satu stadion terakhir kali terjadi pada 1997 silam di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya.


Menurut penulis buku berjudul "Imagined Persebaya", Oryza A. Wirawan, Jumat (2/3) hari ini sejarah akan mencatat bahwa Bonek dan Aremania bisa duduk bersama dalam satu stadion untuk pertama kalinya dalam 21 tahun terakhir.


“Terakhir kali 1997 di Tambaksari, hasil akhir 0-0. Saat itu Aremania ada 50 orang dan duduk di tribune barat, dengan kawalan Polisi dan TNI. Babak kedua mereka dipulangkan lebih cepat. Situasi saat itu juga aman,” urai Oryza kepada JawaPos.com.


“Seharusnya ini juga bisa dilakukan di Malang. Tapi ternyata tidak terjadi. Akhirnya proses perdamaian dari tribune gagal,” imbuhnya.


Berkumpulnya Bonek dan Aremania di Stadion Palaran sore nanti memang dikhawatirkan akan berujung rusuh. Apalagi kedua suporter memang terlibat rivalitas yang tak kunjung padam hingga saat ini.


Namun, Oryza memiliki pandangan lain. Ia yakin bentrok antara Bonek dan Aremania tidak akan pecah di Palaran sore nanti. Bonek asal Jember itu optimistis aparat keamanan akan melakukan antisipasi dengan baik tanpa harus paranoid.


“Satu-satunya hal yang mungkin perlu dicemaskan adalah munculnya lagi lagu-lagu bernuansa provokatif dan rasis. Ini bisa menghancurkan ikhtiar perbaikan yang selama ini dibangun Bonek. Tapi saya kira, Bonek yang berangkat ke Kalimantan sudah paham apa yang harus dilakukan,” terang bapak dua anak itu.


Imbauan agar pertandingan ini berjalan aman dan damai juga didengungkan manajer Persebaya, Chairul Basalamah. Meski kedua suporter memiliki rivalitas tinggi, Persebaya berharap tensi tinggi tersebut tidak melebar ke mana-mana.


"Ingat, kita semua datang ke Kalimantan sebagai tim tamu, jadi harus bisa menjaga keadaan tetap kondusif," imbau Chairul.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore