
Simon Tahamata, legenda Ajax berdarah Maluku. (Ajax YouTube)
JawaPos.com - Nama Simon Tahamata tengah menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola Indonesia. Eks pemain Ajax Amsterdam ini dikabarkan akan menduduki posisi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia. Spekulasi semakin kuat setelah ia mulai mengikuti akun Instagram Timnas Indonesia, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, serta pelatih dan asisten anyar Garuda, Patrick Kluivert dan Denny Landzaat.
Simon Melkianus Tahamata lahir di Belanda pada 26 Mei 1956. Ia memiliki garis keturunan Maluku dari ayahnya, Lambert Tahamata, yang pernah menjadi prajurit KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Ibunya, Octovina Leatemia, adalah sosok yang sangat berperan dalam keluarga besar mereka.
Simon lahir di barak Kamp Vught, sebuah kawasan penampungan yang dibuat oleh pemerintah Belanda untuk menampung orang-orang Maluku yang bermigrasi pada era 1950-an. Perpindahan mereka ke Belanda berkaitan dengan situasi politik pasca-proklamasi Republik Maluku Selatan (RMS), yang dipimpin oleh Soumokil, mantan Jaksa Agung Negara Indonesia Timur (NIT).
"Saya lahir di barak Vught. Saat saya berusia lima tahun, keluarga kami pindah ke kawasan Tiel, Diderik Vijghstraat, yang saat itu masih berada di pinggiran desa," ujar Simon dalam wawancara dengan AD.NL.
Menariknya, sejak kedatangannya ke Belanda pada 1951, orang-orang Maluku tidak memiliki kewarganegaraan resmi hingga akhirnya Simon baru mendapatkan paspor Belanda pada 1976.
Sebagai pemain sepak bola, Simon dikenal sebagai winger lincah dengan kaki kiri yang tajam. Karier profesionalnya dimulai di Ajax Amsterdam pada era 1970-an, sebelum kemudian memperkuat beberapa klub ternama lainnya seperti Feyenoord, Beerschot, dan Germinal Ekeren.
Dalam dua dekade kariernya, ia berhasil meraih berbagai gelar bergengsi, di antaranya:
Simon akhirnya memutuskan gantung sepatu pada 1996, dengan Germinal Ekeren menjadi klub terakhir yang dibelanya.
Pasca pensiun sebagai pemain, Simon memilih menekuni dunia kepelatihan, khususnya di level akademi. Ia pernah menangani tim-tim muda di beberapa klub, seperti Standard Liege, Beerschot, Al-Ahli, dan Ajax Amsterdam.
Dari semua klub yang dilatihnya, Ajax menjadi tempat terlama bagi Simon. Ia mengabdi di akademi klub berjuluk de Godenzonen itu selama satu dekade, dari 2014 hingga 2024, sebelum resmi berpisah pada 29 Februari 2024.
Kini, nama Simon kembali mencuat setelah dikabarkan akan mengemban tugas sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia. Jika benar terwujud, pengalaman dan wawasannya di sepak bola Eropa tentu bisa membawa dampak besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia. (Sri Wahyuni)

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
