Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 01.11 WIB

Andik Vermansyah, Mantan Bintang Persebaya yang Bangkit di Persiraja: Kuncinya Cintai Pekerjaan, maka Pekerjaan Akan Mencintaimu

Andik Vermansaah saat memperkuat Persiraja Banda Aceh. (Media Persiraja) - Image

Andik Vermansaah saat memperkuat Persiraja Banda Aceh. (Media Persiraja)

Musim lalu atau musim pertamanya bersama Persiraja Banda Aceh, Andik Vermansah lebih banyak berkutat dengan cedera. Setelah melewati perjuangan sangat keras membebaskan diri dari cedera, dia baru ”panas” saat Liga 2 musim 2023–2024 memasuki fase 8 besar. Musim ini Andik tampil on fire, selalu main dan sudah mengemas 4 gol dan 5 umpan gol.

BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Sidoarjo

---

DI hari pertama melakoni trial bersama klub Amerika Serikat DC United pada 2012 silam, Andik Vermansah sempat kebingungan. Bagaimana bisa para pemain sudah berpeluh keringat satu jam sebelum latihan dimulai?

Di hari berikutnya, setelah memberanikan diri melihat-lihat situasi kompleks latihan klub, rasa penasaran itu terjawab. Itu setelah Andik mendatangi lokasi gym. ”Para pemain DC United nge-gym dulu sebelum latihan. Ternyata, beraktivitas di gym sebelum latihan membuat kondisi tubuh jauh lebih bagus,” kata Andik ketika ditemui Jawa Pos di Lapangan Pandan Sari, Waru, Sidoarjo, kemarin pagi.

Dan, kebiasaan dari Amerika Serikat itu dia terapkan sampai saat ini. Sebelum latihan, kapten Persiraja itu mewajibkan dirinya nge-gym dulu. ”Nge-gym paling satu jam. Misal latihan jam 15.00, saya nge-gym dulu jam 13.00. Jeda waktu satu jam sebelum latihan saya pakai untuk istirahat sebentar,” ungkap mantan pemain Persebaya itu.

Kebiasaan itu yang diyakininya membuatnya tetap fit di usia 33 tahun. Membantunya tampil greng musim ini dengan mencetak 4 gol dan 5 umpan gol. Padahal, musim lalu dia sempat dihantam cedera. Lalu cuma mengoleksi sebiji gol dan dua umpan gol dari 14 laga bersama Persiraja.

Lantas, apa yang membuat mantan penggawa klub Malaysia Selangor FC dan Kedah FA itu mampu bangkit? ”Kuncinya cuma satu: cintai pekerjaan, maka pekerjaan itu akan mencintaimu. Kalau kita cinta dengan profesi kita, kita akan berusaha mati-matian untuk selalu memberikan yang maksimal,’ beber pemain kelahiran 23 November 1991 itu.

Nikmati Peran Baru sebagai Playmaker

Hal itu dibuktikan oleh Andik. Terbukti, musim ini dia rela mengalah. Andik yang biasanya selalu tampil sebagai winger kini digeser menjadi playmaker. ”Awalnya agak kesulitan juga di posisi baru. Tapi, pelatih butuh pemain pengalaman di posisi itu. Saya kemudian melihat banyak tayangan playmaker di YouTube. Saya belajar dan alhamdulillah bisa,” kata pemain yang suka dengan gaya bermain Alessandro Del Piero itu.

Mantan penyerang sayap timnas itu ogah sambat meski tidak bermain di posisi asli. ”Karena bagi saya, yang paling penting adalah prestasi tim, bukan individu,” tegasnya.

Tolak Tawaran 3 Tim Liga 1 dan 4 Tim Liga 2

Andik memang sepenuh hati bermain untuk Laskar Rencong, julukan Persiraja. Terbukti, dia memilih bertahan meski awal musim ini banjir tawaran. ”Ada tiga tim Liga 1 dan empat tim Liga 2 yang meminta saya bergabung dengan mereka. Tapi, saya tidak bisa,” ungkapnya. Jadi, apa yang membuatnya bertahan bersama Laskar Rencong? ”Saya merasa berutang budi. Musim lalu saya sempat cedera, tapi dirawat dengan baik. Masyarakatnya sangat mendukung saya. Saya merasa nyaman,” ujarnya.

Apalagi, saat ini Andik adalah sosok yang dituakan dalam tim. ”Saya hanya menularkan pengalaman yang saya dapat kepada para pemain muda agar mereka bisa mencapai yang terbaik dalam kariernya,” papar mantan pemain Bhayangkara FC itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore