Kurniawan Dwi Yulianto saat menukangi Como. (Instagram/kurniawanqana)
JawaPos.com - Mantan penyerang Persebaya yang juga legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto kembali ke Indonesia setelah pada awal Januari ini sempat menjadi asisten pelatih tim putri Como 1907.
Kepulangan Kurniawan ini langsung menimbulkan spekulasi di kalangan insan sepak bola Tanah Air. Ia diindikasikan mengikut seleksi untuk menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Sebagaimana diketahui, Kluivert sedang mencari dua pelatih lokal untuk menjadi asistennya dalam menangani Timnas Indonesia. Saat ini, ia sudah memiliki dua asisten dari Belanda, yaitu Denny Landzaat dan Alex Pastoor.
Di akun Instagram-nya, @kurniawanqana, Kurniawan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (29/1) sore WIB. Yang membuat spekulasi tersebut menguat adalah kabar kepulangannya itu juga mendapat respon dari beberapa kru kepelatihan Como 1907.
Hal ini seakan menyiratkan kabar bahwa Kurniawan bisa saja berada di Indonesia dalam waktu yang tidak sebentar. Ia akan memegang jabatan baru. Jika dikaitkan dengan menjadi asisten Kluivert, tentu cukup masuk akal karena ia punya lisensi kepelatihan.
Tak hanya itu, pengalamannya menjadi asisten pelatih di Como 1907 juga bisa menjadi nilai plus tersendiri. Mengutip dari Transfermarkt, ia pernah memegang jabatan asisten pelatih klub asal Italia itu selama tiga tahun.
Dalam kurun waktu tersebut, mantan pemain yang akrab disapa Si Kurus itu pernah menjadi asisten sejumlah pelatih. Antara lain Dave Bell, Cristian Boscolo, Danielle Buzzegoli, hingga mantan playmaker Barcelona, Cesc Fabregas.
Jejak karir kepelatihan
Selain berpengalaman dalam staf juru taktik Como 1907, Kurniawan ternyata juga memiliki jejak karir yang cukup panjang di dunia kepelatihan. Ia pernah menjadi asisten pelatih Borneo FC pada 2017-2018, lalu menjadi asisten Bima Sakti saat menangani Timnas Indonesia tahun 2018. Ia juga beberapa kali menjadi asisten Indra Sjafri di Timnas Indonesia kelompok umur.
Mantan pemain FC Luzerne Swiss ini juga pernah menjadi pelatih kepala Sabah FC, klub asal Liga Malaysia selama tahun 2019-2021. Ia menjalani 33 pertandingan di sana.
Calon pengganti Paul Munster?
Selain digadang-gadang sebagai salah satu asisten pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert, muncul juga spekulasi liar. Kurniawan dikaitkan sebagai kandidat pengganti pelatih Persebaya, Paul Munster.
Seperti diketahui, Persebaya dibawah asuhan Paul Munster saat ini sedang dalam tren negatif. Mereka sudah menelan empat kekalahan beruntun. Akibatnya, Green Force terancam gagal bersaing memperebutkan gelar juara Liga 1.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
