Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Januari 2025 | 05.42 WIB

Cinta tak Harus Memiliki, Mengenang Romansa Green Force dan Andik Vermansah: Hanya Persebaya yang Ada di Pikiran Saya

Sosok Andik Vermansah saat menjalani debut bersama Persebaya Surabaya (Sidiq Prasetyo/Jawa Pos)

JawaPos.com – “Hanya Persebaya yang ada di pikiran saya," ujar Andik Vermansah di kantor redaksi Jawa Pos, Surabaya, 2017 silam. 

Sosok Andik akan selalu jadi topik hangat di kalangan Bonek, pecinta klub Persebaya Surabaya. Terlebih, kapten Persiraja Banda Aceh itu memang Arek Suroboyo asli. 

Kala itu, di tahun 2017, mantan pemain Timnas Indonesia itu sedang memperkuat Selangor FA di Liga Malaysia. Andik menjadi pemain asing yang banyak diperbincangkan dan di elu-elukan.

Dalam sesi wawancara dengan Jawa Pos pada 2017 silam itu, Andik menyampaikan bahwa hatinya hanya tertuju pada Persebaya Surabaya.

Momen ini menjadi flashback mengenang kembali romansa yang hampir terjalin antara Andik dan Persebaya.

Saat itu, Andik mengungkapkan bahwa ia harus kembali ke Selangor FA pada 21 Januari. Kompetisi di Malaysia akan segera dimulai. Namun, cedera ACL yang dideritanya pada final Piala AFF 2016 masih membekas. Meski harus menjalani pemulihan, Andik tetap merasa bersyukur. Ia bisa meluangkan waktu lebih banyak bersama keluarganya.

"Saya lahir dan besar di Indonesia. Di sinilah nanti tempat saya kembali," kata Andik. Ia menegaskan bahwa Persebaya adalah satu-satunya klub di Indonesia yang ada di pikirannya.

Andik Vermansyah (duduk, dua dari kiri) bersama awak redaksi Jawa Pos di Surabaya.

Namun, hingga 8 tahun setelah kalimat itu terlontar, romansa ini tak kunjung menjadi nyata. Pada tahun 2017, Persebaya Surabaya menawarkan kontrak senilai Rp 5 miliar untuk tiga musim kepada Andik Vermansah.

Hal itu disampaikan Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Gelora Bung Tomo pada 24 Januari 2018. "Kalau saya tidak membalas angka, ya saya membalas. Pesannya saya balas. Kalau ketemu, kami bisa bicarakan secara privat."

Meskipun negosiasi sempat mengalami kendala, Azrul menegaskan bahwa Persebaya Surabaya tetap terbuka. Mereka melanjutkan pembicaraan dengan Andik saat itu.

"Ini bukan melulu soal angka. Kami (Persebaya dan Andik) pernah sepakat Rp 5 miliar untuk tiga musim saat Mas Andik masih cedera. Silakan tanya ke Mas Candra (Candra Wahyudi, direktur tim Persebaya di Liga 2 2017)," ujar Azrul. Ia mengungkapkan kesepakatan yang hampir tercapai namun terkendala kontrak Andik di Selangor FA.

Andik, yang kala itu masih terikat kontrak dengan Selangor FA, bahkan mengakui. Ia menyatakan bahwa Persebaya adalah pilihan pertama dalam pikirannya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore