Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Januari 2025 | 02.48 WIB

Terungkap Alasan Persibo Bojonegoro Memutuskan Tolak Main Meski Sudah Hadir di Stadion Sasana Krida

Pemain Persibo Bojonegoro melakukan protes dengan mengenakan kaos putih. (@faried_basya)

 

JawaPos.com - Laga lanjutan Liga 2 antara Deltras FC dan Persibo Bojonegoro di Stadion Sasana Krida AAU Jogjakarta, Sabtu (18/1/2025), diwarnai kontroversi. Meski hadir di stadion, Persibo menolak melanjutkan sisa pertandingan yang hanya berlangsung dua menit. Keputusan ini mencuri perhatian dan menambah dinamika perjalanan Liga 2 2024/2025.

Para pemain Persibo tiba di stadion dengan mengenakan kaos putih bertuliskan 'Justice for Sepakbola Indonesia'. Namun, mereka tidak memasuki ruang ganti atau melakukan pemanasan. Sikap ini menjadi bentuk protes terhadap beberapa keputusan kontroversial pada laga sebelumnya, termasuk insiden pemukulan oleh pemain dan staf Deltras yang tidak diberikan sanksi.

Kapten Persibo, Osas Marvelous Saha, terlihat berdiskusi dengan wasit. Ia mempertanyakan pergantian wasit untuk laga ini dan ketiadaan kartu merah bagi pelaku pemukulan. Protes ini juga ditegaskan melalui pernyataan di media sosial fotografer Persibo, yang menyebutkan empat alasan utama mereka menolak bermain: 1) Pemain yang memukul tidak disanksi, 2) Pelatih dan staf yang memukul tidak dihukum, 3) Semua pelaku insiden hadir tanpa sanksi, dan 4) Pergantian wasit yang dianggap tidak wajar.

Pihak Persibo merasa keberatan karena tidak adanya sanksi yang diberikan kepada pemain, pelatih, dan staf yang terlibat pemukulan terhadap tim asal Bojonegoro tersebut. Selain itu, pergantian wasit dari Idfi Akbar ke Agus Fauzan Arifin asal Asprov PSSI DIY.

Wasit Agus Fauzan dibantu oleh asisten wasit 1 Wahyu Candra (Pati), Asisten wasit 2 Supriyanto (Blora), dan wasit cadangan Choiruddin (Jogjakarta).

Diketahui, wasit Agus Fauzan Arifin ini merupakan wasit yang terakhir bertugas pada laga Grup 3 lainnya. Laga tersebut adalah pertandingan antara Persipal Palu melawan Persipura Jayapura dengan skor akhir 0-3 untuk Persipura. Jika waktu itu Persipal Palu memenangkan pertandingan, maka peluang Deltras Sidoarjo tertutup untuk lolos 8 besar.

Deltras Fokus Menuju Babak 8 Besar

Sementara itu, para pemain Deltras tetap melakukan pemanasan seperti biasa. Mereka bahkan bersiap di titik pelanggaran depan kotak penalti untuk melanjutkan pertandingan. Namun, hingga waktu yang ditentukan berakhir, Persibo tidak memasuki lapangan. Akhirnya, wasit meniup peluit panjang dan memutuskan laga berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Deltras.

Deltras memilih tidak memberikan komentar terkait situasi ini. Mereka langsung meninggalkan stadion begitu bus Persibo keluar. Hasil ini memastikan Deltras melaju ke babak 8 besar dan dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida pada Senin (20/1).

Sorotan dan Harapan ke Depan

Kontroversi laga ini menjadi perhatian besar. Hal ini mencerminkan protes Persibo terhadap regulasi dan kebijakan federasi yang dinilai tidak adil. Sikap tegas mereka memberikan pesan tentang perlunya evaluasi mendalam di sepak bola Indonesia. Di sisi lain, Deltras memilih fokus untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi. Mereka membawa harapan baru bagi pendukungnya di babak 8 besar Liga 2.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore