Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Januari 2025 | 23.07 WIB

Kontrak Paul Munster Berakhir pada Pertengahan 2025, Bisakah Membawa Persebaya Surabaya Akhiri Dahaga Juara Selama 20 Tahun?

Paul Munster dihadapkan pada tantangan mengakhiri dahaga juara Persebaya selama 20 tahun. (Media Persebaya)


JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali mendapat sorotan tajam usai kekalahan mengejutkan 1-3 dari PSS Sleman di pekan ke-18 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Kekalahan tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait peluang Green Force untuk mengakhiri puasa gelar selama 20 tahun.

Paul Munster tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Gedion Dapaherang usai pertandingan. Pelatih asal Irlandia Utara itu menyebut pertandingan tersebut sebagai "sirkus" yang dipenuhi dengan keputusan kontroversial dari perangkat pertandingan.

“Tahun 2025, masalahnya tetap sama, sirkus, pertandingan ini adalah sirkus, bukan hanya dari sisi saya, tapi juga dari sisi pelatih lainnya juga bicara, kualitas wasit seperti Liga 3, wasit VAR seperti Liga 4, ya ini sebuah sirkus yang lengkap,” ujarnya usai pertandingan, Sabtu (11/1).

Gol kedua Persebaya Surabaya melalui Dejan Tumbas dinyatakan offside, sementara gol pertama Bruno Moreira dianulir setelah wasit memeriksa VAR. Munster menyebut keputusan wasit VAR sebagai "lelucon" yang mencerminkan buruknya kualitas kepemimpinan wasit di Liga 1.

“Gol kedua Persebaya Surabaya jelas offside, tapi gol pertama Flavio memenangkan bola dan Bruno mencetak gol, tapi kemudian wasit mengecek VAR dan putuskan tidak terjadi gol untuk kami,” imbuh Paul Munster.

Pelatih yang pernah menukangi Bhayangkara FC itu juga mempertanyakan mengapa wasit dari Liga 2 dipercaya memimpin pertandingan penting Liga 1.

Ia mengaku ingin berdialog langsung dengan Ketua PSSI Erick Thohir untuk membahas buruknya kualitas wasit yang menurutnya tidak pernah mengalami peningkatan.

Munster tak hanya sekali mengkritik kinerja wasit di Liga 1 musim ini. Sebelumnya, ia juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam laga melawan Madura United yang berakhir imbang tanpa gol.

Kekalahan dari PSS Sleman membuat posisi Persebaya Surabaya di klasemen sementara tetap di peringkat kedua dengan koleksi 37 poin. Dari 18 pertandingan, Green Force mencatatkan 11 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 3 kekalahan, dengan produktivitas 23 gol dan kebobolan 16 gol.

Meskipun masih berada di posisi dua besar, Persebaya Surabaya kini harus mewaspadai ancaman tim-tim lain yang mulai mendekati perolehan poin mereka.

Peluang meraih gelar juara masih terbuka, namun konsistensi permainan menjadi kunci utama jika ingin melampaui Persib Bandung yang memimpin klasemen.

Sementara itu, Malut United yang akan menjadi lawan Persebaya Surabaya di pekan ke-19 berada di peringkat ke-12 dengan 22 poin. Tim ini memiliki catatan 5 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 6 kekalahan, dengan total 19 gol dicetak dan 20 kali kebobolan.

Paul Munster juga menyoroti pentingnya menjaga mentalitas tim setelah pertandingan berat di Sleman. Ia berharap anak asuhnya mampu memanfaatkan laga melawan Malut United untuk kembali ke jalur kemenangan.

“Tapi sekarang kita fokus pertandingan menghadapi Malut United, siap fokus hadapi Malut United, kita akan melihat kondisi pemain,” ujar pelatih asal Irlandia Utara tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore