
Dejan Tumbas bongkar pilihan nomor punggungnya yang tak lazim di Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Dejan Tumbas, pemain anyar Persebaya Surabaya, mencuri perhatian dengan keputusan memilih nomor punggung 91. Nomor yang terbilang tidak lazim ini menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter Bonek dan Bonita.
Kedatangan Dejan ke Persebaya Surabaya pada paruh musim Liga 1 Indonesia 2024/2025 membawa harapan baru bagi lini serang tim Green Force. Ia resmi diperkenalkan pada 5 Januari 2025 dengan kontrak berdurasi satu setengah tahun.
Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube resmi Persebaya Surabaya, Dejan mengungkap alasan memilih nomor 91 sebagai nomor keberuntungannya. Nomor ini belum pernah dipakai oleh pemain lain di Persebaya Surabaya sepanjang sejarah klub.
Pemain kelahiran Krivaja, Serbia, ini mengaku memiliki hubungan spesial dengan angka tersebut. "Nomor 91 adalah nomor keberuntungan saya," ungkapnya singkat namun penuh keyakinan.
Dejan Tumbas lahir pada 5 Agustus 1999 dan saat ini berusia 25 tahun. Sebagai penyerang tengah dengan tinggi badan 187 cm, ia menawarkan kehadiran fisik yang tangguh di lini depan.
Karier sepak bolanya dimulai di Serbia, negara yang dikenal melahirkan banyak pemain berbakat. Sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya, Dejan telah bermain di berbagai klub Eropa, meski belum pernah merasakan atmosfer suporter sebesar Bonek.
"Ini pertama kalinya saya bermain untuk klub dengan suporter yang luar biasa besar seperti Persebaya," ujarnya. Pernyataan ini semakin mempertegas antusiasmenya untuk memberikan yang terbaik di lapangan.
Pilihan nomor 91 juga mencerminkan karakter unik Dejan sebagai pemain. Ia ingin membawa keberuntungan dan semangat baru bagi Persebaya Surabaya, yang sedang memburu peluangnya menjadi juara Liga 1 Indonesia di akhir musim.
Kehadirannya di Persebaya Surabaya diharapkan dapat meningkatkan daya gedor tim, terutama setelah performa lini depan yang kurang konsisten pada paruh pertama musim. Dengan posisi utama sebagai penyerang tengah, Dejan juga mampu bermain sebagai winger kanan.
Kemampuan bermain di dua posisi ini memberikan fleksibilitas taktik bagi pelatih Paul Munster. Pelatih asal Irlandia Utara itu dikenal gemar memanfaatkan pemain yang serba bisa dalam skemanya.
Dengan agensinya, KT Agency, Dejan telah menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2026. Durasi kontrak ini menunjukkan kepercayaan besar Persebaya Surabaya pada potensinya sebagai salah satu ujung tombak tim.
Rekam jejak Dejan sebagai pemain menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol di klub-klub sebelumnya. Namun, tantangan di Liga 1 Indonesia tentu berbeda, terutama dengan tekanan besar dari suporter.
"Saya merasa sangat baik berada di sini," katanya saat ditanya tentang kesan pertama bermain untuk Persebaya Surabaya. Sambutan hangat dari Bonek dan Bonita membuatnya merasa seperti di rumah sendiri.
Sebagai pemain asing, adaptasi Dejan di Persebaya Surabaya juga menjadi sorotan. Komunikasi dengan rekan-rekan setimnya dan pemahaman taktik pelatih menjadi kunci suksesnya di Liga 1.
Dengan kaki dominan kanan, ia diharapkan mampu mencetak gol dari berbagai situasi. Tinggi badannya juga menjadi keuntungan dalam duel udara dan set-piece.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
