
Ucapan terima kasih kepada Evan Dimas melalui akun resmi Persik Kediri. (Instagram @persikfcofficial)
JawaPos.com - Nasib tak mulus Evan Dimas dalam perjalanan karir sepak bolanya tengah menggelayuti pemain kelahiran Surabaya 29 tahun silam tersebut. Ia tampak kesulitan dalam persaingan ketat Liga 1 Indonesia.
Evan Dimas sebenarnya adalah pemain yang dapat dikatakan berpotensi besar untuk masa depan timnas Indonesia kala itu. Kondisi terkini pesepakbola yang berposisi sebagai gelandang pengatur serangan tersebut seolah berbanding terbalik dari karir awalnya.
Pemain yang mengidolakan Andres Iniesta ini diketahui sempat digadang menjadi bintang masa depan. Tampil mengesankan bersama Timnas U-19 di ajang Piala Asia U-19 2013 dengan melibas Korea Selatan 3-2 di Gelora Bung Karno membuat nama dan reputasinya melejit.
Pada 2015, Evan Dimas mendapat tawaran untuk menjalani trial bersama salah satu klub Spanyol. Tawaran itu ia terima ketika kondisi federasi sepak bola Indonesia sedang dibekukan.
Usaha Evan Dimas menemui jalan buntu setelah klub Segunda Division 2 mengidentifikasi ketahanan tubuhnya yang dianggap tidak memenuhi syarat.
Evan Dimas akhirnya mendapat klub Liga Indonesia yang berkompetisi di Torabika Soccer Championship 2016 yaitu Surabaya United yang kini bernama Bhayangkara Presisi FC hingga akhir musim 2017 dan memutuskan untuk hijrah ke Liga Malaysia.
Pada 2019, nasib malang menghinggapi Evan Dimas. Ia harus break dari dunia sepak bola setelah menerima pelanggaran keras di SEA Games 2019. Ia absen beberapa bulan karena mengalami cedera serius saat kakinya diinjak pemain Vietnam, Doan Van Hau.
Sempat recovery panjang dan diisukan pensiun dini, Evan Dimas akhirnya kembali merumput bersama Persija Jakarta pada awal musim 2020. Namun lagi-lagi, kompetisi sepak bola Indonesia kembali berhenti karena penyebaran Covid-19.
Suatu masalah membuat Evan Dimas mundur dari Macan Kemayoran dan kembali berlabuh dengan Bhayangkara FC. Pemain yang identik dengan nomor punggung 6 ini mulai tidak mendapat tempat saat bersama Arema FC pada 2023 dan tak lagi dipanggil ke skuad Tim Nasional.
Di Liga 1 2023/2024, Evan berpindah klub ke PSIS Semarang, namun semakin sedikit menit bermain yang ia dapat, yakni 291 menit dalam separuh musim. Gilbert Agius selaku pelatih seperti tidak membutuhkan jasa Evan Dimas serta kalah bersaing dengan Boubakary Diarra.
Pada akhirnya, ia memutuskan berlabuh ke Persik Kediri. Bersama Laskar Macan Putih, Evan pun tak memiliki jam terbang efektif. Ia hanya tampil sekali selama 22 menit. Marcelo Rospide lebih mempercayakan posisi playmaker diisi oleh Ze Valente, Majed Osman dan Adi Eko.
Pada Rabu (1/1) melalui akun Instagram klub, Persik Kediri resmi berpisah dengan Evan Dimas Darmono.
