
STY memantau training pemain Timnas Indonesia saat mengikuti Piala AFF 2024. (Instagram @shintaeyong7777)
JawaPos.com - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, disarankan mendatangkan pelatih asal Eropa untuk menangani Jay Idzes dan kolega. Bagaimana nasib Shin Tae-yong (STY)?
Saat ini Timnas Indonesia berada di bawah asuhan STY yang tengah berkompetisi pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Berada di grup neraka, Indonesia duduk di posisi ketiga klasemen dengan mengoleksi 6 poin.
Fakta itu membuat media asal Italia, Tuttosport, memberikan saran kepada Erick Thohir. Mereka menilai taktik STY kurang memuaskan. Meskipun ada perkembangan positif, strategi kepelatihan Shin Tae-yong dinilai tidak lagi sesuai dengan kebutuhan tim.'
Timnas Indonesia di bawah asuhan STY cukup kesulitan di Grup C, apalagi saat bersaing dengan kontestan kuat di Asia seperti Jepang, Australia, Arab Saudi, serta dua kuda hitam Bahrain dan Tiongkok.
Meskipun diperkuat belasan pemain diaspora dari Liga Belanda, Inggris, Italia, dan Belgia, taktik STY masih kurang menggigit. Skuad Garuda baru mempersembahkan 6 gol, dan 9 kebobolan selama beberapa pertandingan timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Sempat tagar STY out muncul di X beberapa waktu lalu setelah pelatih asal Korea Selatan itu gagal membawa Timnas Indonesia lolos semifinal di Piala AFF 2024. Selain itu, ia dinilai kurang mampu memaksimalkan potensi pemain diaspora.
Karena itu, media Italia, Tuttosport, menyarankan Erick Thohir untuk merombak kursi kepelatihan yang saat ini dipimpin STY dan menggantikannya dengan pelatih top Eropa.
Namun, jika mendepak STY di tengah kompetisi yang berjalan bukan langkah bijak, bahkan bisa menjadi sebuah blunder yang dilakukan federasi.
Kita dapat melihat pelatih Arab Saudi, Herve Renard, yang menggantikan Roberto Mancini pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka justru tergelincir ketika menghadapi Indonesia.
Bersamaan dengan itu, mantan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, merasa tertarik menangani timnas. Dikutip dari Football Italia, Selasa (31/12), Mourinho menyatakan keinginannya menangani suatu negara di Piala Eropa atau Piala Dunia.
"Saya ingin menangani suatu negara di Piala Eropa atau Piala Dunia, seperti yang telah aku lakukan di berbagai klub," ungkapnya kepada Football Italia.
Jose Mourinho, pelatih yang kenyang pengalaman karena telah menangani berbagai klub besar Eropa seperti Benfica, Chelsea, Real Madrid, Manchester United, hingga saat ini Fenerbahce. Secara pengalaman, dunia kepelatihan Mourinho jauh lebih tinggi dibanding STY yang baru menukangi satu klub di Korea Selatan dan dua timnas.
Akan tetapi, untuk mendapat jasa pelatih pemegang lisensi UEFA Pro tersebut bakal berat, karena saat ini Mourinho sedang menangani Fenerbahce hingga Juni 2026. PSSI tentunya harus mengeluarkan dana tidak sedikit jika berhasrat mendapat tanda tangan pelatih asal Portugal tersebut.
Terlebih lagi, Fenerbahce masih harus bermain di UEFA Europa League, tentu manajemen klub tak akan memberikan jalan mulus kepindahan Mourinho. Media Italia tersebut juga mengatakan kedatangan pelatih Eropa di timnas tujuannya adalah supaya pemain diaspora satu frekuensi dengan ciri khas sepak bola Benua Biru.
