Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Desember 2024 | 17.19 WIB

Mengunjungi Keltjes Soccer Academy (KSA), Warisan Rudy Keltjes untuk Sepak Bola Indonesia

MENERUSKAN WARISAN: Stefan Keltjes (kiri) bersama mendiang sang ayah, Rudy Keltjes, saat memantau pemain-pemain di Keltjes Soccer Academy. (STEFAN KELTJES UNTUK JAWA POS) - Image

MENERUSKAN WARISAN: Stefan Keltjes (kiri) bersama mendiang sang ayah, Rudy Keltjes, saat memantau pemain-pemain di Keltjes Soccer Academy. (STEFAN KELTJES UNTUK JAWA POS)

Raga Rudy Keltjes memang tidak akan hadir di lapangan. Tapi, pikiran dan semangat mendiang masih lestari. Wujudnya adalah sebuah akademi sepak bola bernama Keltjes Soccer Academy (KSA).

FARID S. MAULANA, Surabaya

Saat sang ayah berpulang pada 23 Oktober lalu, banyak pesan yang diingat Stefan Keltjes. Di antara banyak pesan tersebut, salah satu yang paling membara dalam ingatannya adalah untuk tetap melanjutkan Keltjes Soccer Academy (KSA) yang sudah berdiri sejak 2020.

Stefan selalu ingat bahwa Opa –sapaan Rudy Keltjes– ingin membantu sepak bola Indonesia. Ingin melahirkan pemain-pemain hebat untuk Indonesia. Sama seperti Rudy Keltjes ketika masih aktif bermain sepak bola.

’’Pesan Opa, jangan orientasi uang untuk akademi. Jaga nama baik Keltjes,’’ jelasnya. Selain itu, kejujuran jadi landasan pelatih yang kini menangani Nusantara United FC itu untuk meneruskan KSA.

’’Jangan pernah curang, latih yang benar, dan ciptakan pesepak bola yang bagus sebanyak-banyaknya,’’ lanjut Stefan.

Komitmen itulah yang diteruskan Stefan. Dia menambahkan selalu menekankan kepada siswanya soal kejujuran. Baik dalam pertandingan ataupun di luar lapangan.

Saat belum mendapatkan klub yang dilatih, Stefan memang turun langsung mengurusi KSA. Tapi kini, setelah kembali menangani klub, dia menyerahkan semua hal tentang akademi kepada perwakilannya di Surabaya.

’’Kebetulan semua pelatih di akademi pernah jadi pesepak bola semua. Saya juga mengajak bergabung coach Wayan Diana, teman Opa dulu yang juga mantan pemain nasional,’’ paparnya.

KSA memang fokus pada pembinaan usia muda. Jenjang umurnya juga sangat panjang. Mulai 6 hingga 19 tahun. Sudah ada 100 siswa dari kelompok umur yang berlatih di KSA. ’’Banyak yang dari luar kota. Ada Situbondo, Kediri, Jember, dan Nganjuk. Kami berlatih di lapangan Kodam V/Brawijaya,’’ jelasnya.

Mantan asisten pelatih Bali United itu menuturkan, sepeninggal Opa, dia memang harus bisa terus ’’menghadirkan’’ sosok Rudy Keltjes. Salah satunya adalah meneruskan tradisi untuk selalu dekat dengan pelatih, pemain, dan wali murid di akademinya.

’’Kurikulum dan filosofi akademi ini tetap pakai yang diterapkan Opa. Fokus pada penyempurnaan teknik dasar dan skill individu pemain. Role model Opa adalah cara melatih dari Wiel Coerver, legenda pelatih dari Belanda,’’ tambahnya.

Stefan berharap, ke depannya, KSA bisa menghasilkan pemain-pemain hebat untuk timnas. Sejauh ini, beberapa alumnus KSA sudah tersebar di beberapa klub Liga 2, Liga 3, Liga 4, bahkan di sepak bola putri.

’’Semoga apa yang menjadi mimpi Opa, membantu sepak bola Indonesia, bisa terwujud,’’ harapnya. (*/ady)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore