
MENERUSKAN WARISAN: Stefan Keltjes (kiri) bersama mendiang sang ayah, Rudy Keltjes, saat memantau pemain-pemain di Keltjes Soccer Academy. (STEFAN KELTJES UNTUK JAWA POS)
Raga Rudy Keltjes memang tidak akan hadir di lapangan. Tapi, pikiran dan semangat mendiang masih lestari. Wujudnya adalah sebuah akademi sepak bola bernama Keltjes Soccer Academy (KSA).
FARID S. MAULANA, Surabaya
Saat sang ayah berpulang pada 23 Oktober lalu, banyak pesan yang diingat Stefan Keltjes. Di antara banyak pesan tersebut, salah satu yang paling membara dalam ingatannya adalah untuk tetap melanjutkan Keltjes Soccer Academy (KSA) yang sudah berdiri sejak 2020.
Stefan selalu ingat bahwa Opa –sapaan Rudy Keltjes– ingin membantu sepak bola Indonesia. Ingin melahirkan pemain-pemain hebat untuk Indonesia. Sama seperti Rudy Keltjes ketika masih aktif bermain sepak bola.
’’Pesan Opa, jangan orientasi uang untuk akademi. Jaga nama baik Keltjes,’’ jelasnya. Selain itu, kejujuran jadi landasan pelatih yang kini menangani Nusantara United FC itu untuk meneruskan KSA.
’’Jangan pernah curang, latih yang benar, dan ciptakan pesepak bola yang bagus sebanyak-banyaknya,’’ lanjut Stefan.
Komitmen itulah yang diteruskan Stefan. Dia menambahkan selalu menekankan kepada siswanya soal kejujuran. Baik dalam pertandingan ataupun di luar lapangan.
Saat belum mendapatkan klub yang dilatih, Stefan memang turun langsung mengurusi KSA. Tapi kini, setelah kembali menangani klub, dia menyerahkan semua hal tentang akademi kepada perwakilannya di Surabaya.
’’Kebetulan semua pelatih di akademi pernah jadi pesepak bola semua. Saya juga mengajak bergabung coach Wayan Diana, teman Opa dulu yang juga mantan pemain nasional,’’ paparnya.
KSA memang fokus pada pembinaan usia muda. Jenjang umurnya juga sangat panjang. Mulai 6 hingga 19 tahun. Sudah ada 100 siswa dari kelompok umur yang berlatih di KSA. ’’Banyak yang dari luar kota. Ada Situbondo, Kediri, Jember, dan Nganjuk. Kami berlatih di lapangan Kodam V/Brawijaya,’’ jelasnya.
Mantan asisten pelatih Bali United itu menuturkan, sepeninggal Opa, dia memang harus bisa terus ’’menghadirkan’’ sosok Rudy Keltjes. Salah satunya adalah meneruskan tradisi untuk selalu dekat dengan pelatih, pemain, dan wali murid di akademinya.
’’Kurikulum dan filosofi akademi ini tetap pakai yang diterapkan Opa. Fokus pada penyempurnaan teknik dasar dan skill individu pemain. Role model Opa adalah cara melatih dari Wiel Coerver, legenda pelatih dari Belanda,’’ tambahnya.
Stefan berharap, ke depannya, KSA bisa menghasilkan pemain-pemain hebat untuk timnas. Sejauh ini, beberapa alumnus KSA sudah tersebar di beberapa klub Liga 2, Liga 3, Liga 4, bahkan di sepak bola putri.
’’Semoga apa yang menjadi mimpi Opa, membantu sepak bola Indonesia, bisa terwujud,’’ harapnya. (*/ady)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
