Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 17.18 WIB

Manajemen Persebaya Surabaya Apresiasi Aksi Bobotoh Ucapkan Belasungkawa: Kabar Duka Bukan Bahan Olok-olokan

Solidaritas dari Bobotoh Persib Bandung untuk Bonek Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Momen penuh rasa kemanusiaan terjadi di tengah panasnya persaingan Liga 1 Indonesia 2024/2025. Bobotoh, pendukung setia Persib Bandung, menunjukkan aksi simpatik dengan mengucapkan belasungkawa kepada almarhum Putra Teguh Wicaksono, seorang suporter Persebaya Surabaya yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Melalui unggahan di kanal Instagram resmi Persebaya Surabaya, klub berjuluk Green Force tersebut memberikan apresiasi atas solidaritas yang ditunjukkan oleh Bobotoh. Dalam unggahan itu, Persebaya Surabaya menuliskan rasa terima kasih atas pesan duka cita yang disampaikan Bobotoh saat laga Persib melawan Malut United, Jumat (13/12).

“Terima kasih Bobotoh atas pesan sedulurannya dalam pertandingan Persib vs Malut United (13/12). Semoga M. Fathir dan Putra Teguh Wicaksono tenang di sana,” tulis Persebaya Surabaya dalam caption unggahan tersebut.

Unggahan ini juga memuat pesan mendalam yang menyoroti pentingnya nilai-nilai kemanusiaan di atas rivalitas sepak bola. Persebaya Surabaya mengingatkan tragedi kehilangan nyawa pendukung sepak bola harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk mengutamakan kemanusiaan.

“Tidak ada sepak bola seharga nyawa. Pantang buat kita untuk menjadikan musibah, apalagi kematian suporter, sebagai guyonan apalagi bahan olok-olok,” lanjut unggahan tersebut.

Dalam pesannya, Persebaya Surabaya juga menyampaikan rasa hormat kepada semua suporter sepak bola yang telah berpulang saat mendukung tim kesayangannya. Mereka menutup unggahan dengan kalimat penuh haru, “Selamat jalan Fathir dan Putra...”

Aksi simpatik ini mendapatkan sambutan hangat dari Bonek, pendukung Persebaya Surabaya, yang memuji solidaritas Bobotoh. Sejumlah komentar dari Bonek menunjukkan aksi ini memperkuat persaudaraan antarsuporter di tengah rivalitas yang sering kali memanas.

“Viking Bonek seduluran sampek kiamat!!!” tulis salah satu suporter.

“Bismillah rukun kembali Bonek Viking,” ujar komentar lainnya.

Tidak hanya itu, Bonek lainnya juga mengucapkan rasa terima kasih atas empati yang ditunjukkan oleh Bobotoh. “Matur suwun dulur Bandung,” tulis seorang pendukung Persebaya Surabaya.

Aksi solidaritas ini menjadi bukti di atas segala perbedaan, nilai kemanusiaan tetap harus dijunjung tinggi. Persaudaraan antara suporter sering kali menjadi sorotan positif dan momen seperti ini menunjukkan sepak bola juga mampu menyatukan perbedaan.

Aksi simpatik ini juga menjadi momentum penting untuk memperbaiki hubungan antarsuporter yang selama ini dikenal penuh dinamika. Dalam beberapa tahun terakhir, upaya rekonsiliasi antarsuporter terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk klub dan komunitas suporter.

Sejumlah inisiatif seperti kampanye damai antarsuporter dan kegiatan sosial bersama telah digelar untuk menghapus stigma buruk tentang rivalitas di sepak bola Indonesia. Momen solidaritas dari Bobotoh ini tentunya menjadi contoh nyata rivalitas tidak selalu harus diwarnai dengan konflik.

Sebagai catatan, Putra Teguh Wicaksono adalah salah satu suporter Persebaya Surabaya yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan pulang mendukung tim kebanggaannya. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga almarhum, tetapi juga bagi komunitas Bonek secara keseluruhan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore