Andritany Ardhiyasa baru bermain 8 pertandingan bersama Persija di Liga 1 musim ini. (Dok: Persija)
JawaPos.com - Andritany Ardhiyasa menjadi pemain terbaik dalam pertandingan Persija Jakarta vs Borneo FC Samarinda. Capaian itu seolah jadi bukti bahwa penjaga gawang 32 tahun tersebut belum habis dan masih layak diandalkan.
Saat Persija menjamu Borneo FC di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Andritany menjadi pemain dengan kerja paling keras dan berat. Pasalnya, Macan Kemayoran harus bermain dengan 10 pemain setelah Ondrej Kudela dikartu pada babak pertama.
Tepatnya pada menit ke-37, di mana Kudela melanggar keras Kei Hirose di dekat kotak penalti. Situasi ini membuat sang tamu Borneo FC menyerang habis-habisan.
Berdasarkan statistik, Borneo FC menguasai jalannya pertandingan dengan 69 persen dan melepaskan total 16 tembakan, dengan enam di antaranya tepat sasaran.
Catatan statistik tersebut berbanding terbalik dengan Persija Jakarta sebagai tuan rumah. Macan Kemayoran hanya memegang bola 31 persen dengan melepaskan total tujuh tembakan saja.
Andritany sebagai tembok terakhir gawang Persija pun sampai jatuh bangun. Dia sukses mencatatkan lima kali penyelamatan krusial dari ancaman Borneo. Mulai dari tembakan hingga sundulan yang mengarah ke gawangnya ia mentahkan.
Bukan cuma itu, Andritany Ardhiyasa secara tak terduga berkontribusi dalam penyerangan Persija yang bahkan berbuah gol. Dia mencetak assist saat Macan Kemayoran unggul pada menit ke-87.
Semua berawal dari tendangan kerasnya dari kotak penalti yang mengarah gawang Borneo FC. Kiper lawan, Nadeo Argawinata berniat memblok tendangannya, tapi ternyata terkecoh dan bola melewati kepala Nadeo.
Umpan Andritany ini dimanfaatkan oleh Gustavo Almeida menjadi gol. Dia berdiri bebas tanpa pengawalan untuk membobol gawang Borneo FC Samarinda.
Sayangnya, performa ciamik dan cleansheet di depan mata Andritany sirna seketika. Itu setelah ada satu tembakan yang berhasil menembus penjagaannya, yaitu pada menit ke-90+8 lewat Habibi Jusuf.
Andritany pun sangat menyayangkan kegagalannya meraih cleansheet dan membantu Persija menang. “Sangat tidak puas. Satu poin di home itu sama saja kalah bagi saya,” katanya dalam keterangan resmi Persija.
Adik pesepak bola Indra Kahfi ini pun enggan terlalu menganggap istimewa terpilihnya dia sebagai pemain terbaik. "Terkait menjadi pemain terbaik di laga ini, oke saya dapat, tapi sebenarnya yang paling penting itu adalah tiga poin" kata Andritany.
“Keberhasilan tampil bagus itu yang penting adalah ketenangan dan kerja keras tim juga. Kalau hanya saja yang bekerja tentu tidak akan bisa,” katanya lagi menambahkan.
Terlepas dari itu, performa melawan Borneo FC jadi bukti bahwa Andritany masih layak jadi penjaga gawang utama Persija. Maklum, musim ini dia mulai tergantikan dan kerap kehilangan posisinya karena Macan Kemayoran punya Carlos Eduardo dari Brasil.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
