Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 23.05 WIB

Kisah Menegangkan Kiper Persebaya Andhika Ramadhani saat Hadapi Arema FC di 2022: Hampir Kena Lemparan Paving, Berujung Tragedi Kanjuruhan

Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani berpotensi kembali mengisi starting eleven menghadapi Arema. (Instagram Andhika Ramadhani via Jawa Pos )

JawaPos.com - Andhika Ramadhani perlahan namun pasti mulai menjadi kiper utama Persebaya Surabaya. Musim ini ia berperan besar membantu Green Force memuncaki klasemen sementara Liga 1.

Pekan ketiga belas, Persebaya akan menjalani big match menghadapi Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Sabtu (7/12) besok. Andhika Ramadhani kemungkinan kembali masuk dalam starting line up untuk laga Derbi Jatim ini.

Berkaitan dengan laga Persebaya menghadapi Arema, ada kisah menarik dari Andhika Ramadhani mengenai pengalamannya menjalani duel menghadapi Singo Edan.

Pemain yang akrab disapa Cak Dhik ini menceritakan bagaimana pengalaman pertamanya saat bertanding menghadapi Arema pada 1 Oktober 2022 lalu.

Kala itu, Cak Dhik masih berusia 23 tahun dan kiper utama Green Force masih diisi oleh Satria Tama, yang kini bermain untuk Barito Putra.

Meski menjadi kiper cadangan, namun Andhika mengaku saat itu deg-degan justru saat perjalanan ke hotel tim menginap.

"Awalnya aku ndredeg (deg-degan) justru pas perjalanan ke hotel. Soalnya waktu itu naik mobil Rantis (Kendaraan Taktis) dan aku belum pernah naik itu, jadi ngerasa kok sampai kayak gini, akhirnya ndredeg. Tapi pas perjalanan ke Kanjuruhan malah excited," ujar Andhika seperti dikutip dari akun YouTube resmi Persebaya.

Ia melanjutkan, selama perjalanan ke stadion Kanjuruhan, ia masih dihantui cerita-cerita legenda Persebaya saat bertandang ke Malang, dimana mereka seringkali mendapat lemparan batu. Dan hal itu malah dialaminya.

"Kan kalau kata legenda-legenda Persebaya, saat bertandang ke Kanjuruhan kan sering dilempari batu. Nah, aku kan coba ngintip dari jendela kecil di Rantis, lha kok langsung ada lemparan batu paving di depanku, langsung aku ngeri," lanjutnya.

Kiper asli Surabaya ini saat itu juga merasa tidak akan dimainkan oleh pelatih Persebaya saat itu, Aji Santoso karena masih ada Satria Tama, sehingga ia merasa rileks.

"Jadi setelah meeting penetapan starting eleven, aku yang biasanya dengarkan shalawatan, malah mendengarkan DJ Almira Berto sambil agak joget-joget, ya biar rileks aja sekalian lega, soalnya memang yang dimainkan adalah mas Satria Tama," katanya lagi sambil diikuti tawa.

Padahal kondisi waktu itu, Satria Tama sebenarnya kurang enak badan, sehingga Andhika sudah diwanti-wanti oleh seniornya tersebut untuk bersiap-siap menggantikan.

"Mas Tama sebenarnya saat itu lagi sakit, jadi ia sudah komunikasi sama aku kalau misal dia nggak kuat, aku harus siap-siap menggantikan dia," ungkapnya.

Laga Arema kontra Persebaya kala itu berlangsung ketat. Silvio membawa tim tamu unggul di menit delapan. Lalu pada menit 32 Leo Lelis memperbesar keunggulan Persebaya menjadi 2-0.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore