Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 November 2024 | 00.51 WIB

Bruno Moreira Berpotensi Ikuti Jejak Otavio Dutra: Bek Persebaya Surabaya Kelahiran Brasil yang Bela Timnas Indonesia

Otavio Dutra membela Timnas Indonesia. (Instagram @otaviodutra5_indonesia)

JawaPos.com — Otavio Dutra menjadi salah satu kisah sukses pemain asing yang menanggalkan kewarganegaraan asal demi membela Timnas Indonesia. Bek kelahiran Brasil itu resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 27 September 2019 setelah melalui proses naturalisasi panjang.

Dutra dikenal sebagai sosok pekerja keras yang setia dengan pilihannya merumput di Indonesia. Bahkan, ia rela tidak kembali ke kampung halamannya di Brasil selama sembilan tahun sejak tiba di Indonesia pada 2010.

Proses naturalisasinya menjadi mulus berkat kecintaannya pada budaya Indonesia. Ia juga membuktikan komitmen kuatnya dengan menghafal lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dasar negara Pancasila jauh sebelum menjadi WNI.

Karier sepak bola Dutra dimulai di Brasil, tempat ia bergabung dengan Corinthians, salah satu klub besar Negeri Samba. Sebelum merantau ke Indonesia, ia sempat mencicipi atmosfer sepak bola Eropa bersama Pogon Szczecin di Polandia.

Dutra bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2010 di Liga Primer Indonesia (LPI). Meski saat itu sepak bola Indonesia tengah dilanda konflik internal, Dutra tetap konsisten menunjukkan performa gemilang.

Selepas membela Persebaya 1927, Dutra melanjutkan kariernya ke Persipura Jayapura. Di sana, ia menjadi andalan lini belakang bersama Bio Paulin dan meraih gelar juara Liga Super Indonesia 2013.

Setelah membela beberapa klub besar lainnya, Dutra kembali ke Persebaya Surabaya pada 2018 hingga proses naturalisasinya selesai pada 2019. Momen tersebut menjadi titik puncak pengabdiannya kepada sepak bola Indonesia.

Kini, cerita Dutra seolah menjadi inspirasi bagi Bruno Moreira, kapten Persebaya Surabaya asal Brasil. Penampilannya yang konsisten bersama Green Force membuat netizen ramai-ramai mendorong Bruno untuk menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia.

Bruno bahkan memberikan dukungan khusus untuk Rizky Ridho, bek Timnas Indonesia yang juga mantan rekannya di Persebaya Surabaya. Melalui Instagram pribadinya, Bruno mendoakan sukses Ridho bersama Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kedekatan Bruno dengan sepak bola Indonesia tak lepas dari kontribusinya sebagai motor permainan Persebaya Surabaya. Di Liga 1 musim 2024/2025, ia menjadi bagian penting dalam kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta, yang membawa Persebaya Surabaya ke puncak klasemen.

Namun, proses naturalisasi bukan perkara mudah bagi seorang pemain asing. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan mengatur syarat ketat yang harus dipenuhi untuk menjadi WNI.

Salah satu syarat utama adalah tinggal di Indonesia secara berturut-turut selama lima tahun atau sepuluh tahun tidak berturut-turut. Hal ini masih menjadi kendala bagi Bruno yang baru kembali ke Persebaya Surabaya pada 2023 setelah sempat bermain di luar negeri.

Bruno pertama kali bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2021 dari klub Envigado di Kolombia. Namun pada 2022, ia pindah ke klub Niki Volou di Yunani sebelum kembali ke Green Force pada 2023.

Jika Bruno bertahan di Indonesia hingga 2028, peluangnya untuk memenuhi syarat naturalisasi semakin terbuka. Usia Bruno yang baru 25 tahun juga menjadi keunggulan jika dibandingkan dengan Dutra yang menjalani proses ini di usia 35 tahun.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore