Paradoks Persebaya Surabaya di tangan Paul Munster. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah mencuri perhatian di Liga 1 2024-2025. Meski hanya mencetak sembilan gol dalam sepuluh laga, skuad Green Force tetap kokoh di peringkat kedua klasemen dengan raihan 21 poin.
Di bawah asuhan Paul Munster, Persebaya Surabaya menunjukkan performa yang unik. Mereka tampil sebagai tim dengan pertahanan solid dan efisiensi luar biasa meski tidak begitu produktif di depan gawang lawan.
Catatan 9 gol Persebaya Surabaya bahkan menjadi salah satu yang terendah di liga. Mereka hanya unggul dari Persita Tangerang dan PSIS Semarang dengan 5 gol, serta Malut United dan Semen Padang dengan 7 gol.
Namun, solidnya lini belakang menjadi kunci keberhasilan Green Force bersaing di papan atas. Hingga pekan ke-10, Persebaya Surabaya hanya kebobolan empat gol, menjadikannya tim dengan pertahanan terbaik di liga sejauh ini.
Paul Munster menyebut ini sebagai bagian dari proses membangun tim yang kuat secara mental dan taktik. Fokusnya tidak hanya pada mencetak gol, tetapi juga memastikan tim bermain disiplin di semua lini.
“Liga 1 adalah marathon, bukan sprint. Kami fokus pada bagaimana mengontrol permainan dan memastikan tidak kehilangan poin,” ujar Munster.
Statistik gol Persebaya Surabaya di Liga 1 2024-2025. (Istimewa)
Persebaya Surabaya saat ini hanya kalah selisih gol dari pemuncak klasemen, Borneo FC, yang juga mengoleksi 21 poin. Di sisi lain, rival mereka, Persija Jakarta, duduk di peringkat kelima dengan torehan 18 poin dan produktivitas gol yang lebih baik.
Menjelang laga klasik melawan Persija, Munster menekankan pentingnya memanfaatkan setiap peluang. Ia juga fokus memperbaiki penyelesaian akhir yang masih menjadi kelemahan timnya.
“Kadang kami menciptakan banyak peluang, tapi tidak semua bisa dikonversi jadi gol. Ini yang terus kami perbaiki,” kata pelatih asal Irlandia Utara itu.
Dalam 10 laga yang telah dimainkan, Persebaya Surabaya mencatatkan 39 tembakan tepat sasaran dari total 80 peluang. Namun, konversi gol mereka masih tergolong rendah dengan rata-rata hanya satu gol setiap empat peluang.
Di tengah minimnya produktivitas gol, Munster justru memaksimalkan peran lini belakang yang solid. Duet bek tengah Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan.
Lini tengah yang dihuni pemain seperti Francisco Rivera dan Gilson Costa juga memainkan peran penting dalam transisi permainan. Meski tidak terlalu sering mencetak gol, mereka mampu menjaga tempo dan mendistribusikan bola dengan baik.
Performa impresif Persebaya Surabaya juga mendapat dukungan penuh dari suporter fanatiknya, Bonek-Bonita. Dukungan ribuan penonton di Gelora Bung Tomo menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi pemain di setiap pertandingan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
