
Sejumlah pesepak bola timnas Jepang mengikuti sesi latihan di Lapangan A komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu (13/11/2024). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
JawaPos.com - Jepang hampir dipastikan tidak diperkuat penyerang utamanya, Ayase Ueda karena cedera untuk dua laga putaran ketiga Piala Dunia 2026 zona Asia, salah satunya menghadapi Indonesia, Jumat (15/11) malam WIB.
Namun, rekan setim Ueda, Ritsu Doan menegaskan timnas Jepang tidak terlalu cemas meski Ueda belum bisa main kembali saat bertandang ke Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (15/11) malam WIB. Ueda memang menjadi andalan Samurai Biru karena sejauh ini sudah mencetak 14 gol. Namun menurut Doan, Jepang masih memiliki penyerang lain yang tidak kalah berbahaya, di antaranya striker NEC Nijmegen Koki Ogawa.
Bukan tanpa alasan Doan menyebut Ogawa sebagai penyerang berbahaya karena ia sudah mengenal gaya bermain rekannya itu masih sama-sama berlaga di Liga Jepang.
"Saya sudah mengenal gaya permainan Ogawa karena dia bermain di J1 (liga utama Jepang), jadi saya paham dengan karakternya," kata Doan seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, naluri mencetak gol Ogawa cukup bagus saat di kotak penalti. Apalagi ia memiliki tinggi badan 186 cm membuatnya bisa diandalkan untuk bola-bola atas jika permainan sedang buntu.
Ogawa yang juga rekan setim Calvin Verdonk di NEC Nijmegen sejauh ini sering tampil reguler di klub Belanda itu. Dari 12 pertandingan di semua kompetisi, Ogawa sudah mengemas tujuh gol.
Dengan capaian gol tersebut, tak heran jika Doan menganggap Ogawa bisa lepas dari kawalan ketat.
"Dalam beberapa situasi, ketika lawan sudah mengunci pertahanan, keberadaan pemain seperti Ogawa yang bisa menjadi target man bisa sangat menguntungkan," tambah dia.
Sementara itu, menurut pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, striker di timnya memiliki gaya bermain yang berbeda-beda, baik Ueda, Ogawa, ataupun Kyogo Furuhashi.
“Hal-hal yang dibawa setiap pemain bisa berbeda, tetapi caranya kami mendekati permainan, dan konsep tim kami tidak akan berubah," ujarnya.
Dengan perbedaan gaya bermain yang disatukan dalam visi dan game plan Moriyasu, pelatih berusia 56 tahun ini meminta tim asuhannya bisa menunjukkan kelebihan dan kualitas mereka.
"Saya ingin setiap pemain menunjukkan kekuatannya masing-masing dan menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan," kata Moriyasu.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
