Ernando Ari berpotensi tinggalkan Persebaya Surabaya dengan Bosman Rule seperti Rizky Ridho. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Ernando Ari, kiper muda andalan Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, kini tengah berada dalam sorotan terkait masa depannya di Persebaya Surabaya.
Kontraknya yang berakhir pada 31 Januari 2025, berdasarkan data Transfermarkt, membuatnya berada dalam situasi yang mirip dengan Rizky Ridho, yang sebelumnya juga hengkang dari Persebaya Surabaya akibat memanfaatkan aturan Bosman Rule.
Bosman Rule, aturan yang diterapkan pada 15 Desember 1995, memungkinkan seorang pemain untuk bebas bernegosiasi dengan klub lain saat kontraknya menyisakan enam bulan.
Dalam kasus Rizky Ridho, aturan ini mempermudah dirinya untuk memilih pindah ke Persija Jakarta di tengah ketertarikan dari klub-klub besar Liga 1 lainnya.
Kondisi serupa kini terjadi pada Ernando Ari, yang diperkirakan bisa memilih jalan serupa jika kontraknya dengan Persebaya Surabaya tidak segera diperpanjang. Berdasarkan data Transfermarkt, kontrak Ernando yang akan habis pada awal tahun depan memberi sinyal bagi klub-klub Liga 1 untuk mulai membidiknya.
Keputusan Rizky Ridho yang hengkang dari Persebaya Surabaya dan memilih Persija tak hanya membuat klub asal Surabaya itu kehilangan pemain kunci. Hal ini juga memberi sinyal bagi pemain lain, termasuk Ernando, bahwa mereka memiliki hak untuk menentukan masa depan kariernya sesuai keinginan.
Ernando memiliki daya tarik tinggi sebagai kiper utama timnas yang masih sangat muda dan punya masa depan cerah. Jika benar-benar memilih untuk pindah, kepergiannya bisa jadi kerugian besar bagi Persebaya Surabaya yang saat ini sedang menguatkan posisi di papan atas Liga 1.
Pada masa kontrak Rizky Ridho, ia diketahui sempat dihubungi oleh beberapa klub papan atas seperti Persib Bandung dan Bali United. Namun, pilihan jatuh kepada Persija yang dianggap memberi kenyamanan lebih, baik dari segi akomodasi maupun potensi bermain di level internasional.
Masa depan Ernando menjadi menarik, terutama karena Bosman Rule bisa membukakan jalan baginya untuk bernegosiasi tanpa terikat dengan Persebaya Surabaya. Ini akan memungkinkan dia untuk menjajaki berbagai tawaran yang mungkin lebih menguntungkan, baik dari segi finansial maupun perkembangan karier.
Jika mengacu pada Bosman Rule, Ernando berpotensi mulai negosiasi dengan klub lain begitu memasuki akhir Juli 2024.
Artinya, manajemen Persebaya Surabaya perlu segera melakukan langkah konkret untuk memperpanjang kontrak sang kiper muda andalan sebelum terlambat.
Kiprah Ernando bersama Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia menjadikannya salah satu aset berharga bagi klub dan negara.
Kehilangan talenta seperti Ernando tanpa persiapan yang matang akan menjadi tantangan besar bagi lini pertahanan Persebaya Surabaya, terutama di tengah persaingan ketat Liga 1.
Manajemen Persebaya Surabaya diharapkan mengambil pelajaran dari kasus Rizky Ridho yang akhirnya hengkang tanpa perpanjangan kontrak.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
