Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia Kombes Sumardji saat diwawancarai pewarta di Lapangan A Komplek Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/7/2023).
JawaPos.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah mengambil keputusan terkait pertandingan penuh kontroversial Bahrain vs Timnas Indonesia bulan lalu. Manajer Sumardji dan salah satu tangan kanan Shin Tae-yong jadi korban dengan menerima hukuman dari FIFA.
Salah satu tangan kanan Shin Tae-yong yang terkena sanksi FIFA adalah Kim Jong-jin, asisten pelatih Timnas Indonesia. Dia dan Sumardji mendapat hukuman berupa larangan mendampingi tim dan denda dari Komite Disiplin FIFA akibat pelanggaran kode etik di laga Bahrain vs Indonesia.
Tapi, tingkat sanksi yang mereka terima berbeda-beda. Sumardji misalnya, dia tak boleh mendampingi skuad Timnas Indonesia selama satu pertandingan. Selain itu, Sumardji juga terkena denda sebesar 5.000 Swiss Franc atau Rp89,5 juta.
Sementara Kim Jong-jin, menerima sanksi lebih berat lagi. Dia dilarang mendampingi pasukan Garuda sebanyak empat pertandingan. Tapi, besaran denda yang harus dibayar Jong-jin sama, yakni 5.000 Swiss Franc atau Rp89,5 juta.
Baik Sumardji maupun Kim Jong-jin mendapatkan hukuman dari FIFA buntut pertandingan sarat kontroversi melawan Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa pada 10 Oktober lalu.
Mereka dianggap melakukan pelanggaran kode etik dengan melayangkan protes keras terhadap wasit. Duel Bahrain vs Timnas Indonesia saat itu memang berakhir dengan hasil kurang bagus.
Kedua tim terlibat kericuhan kecil karena Bahrain sukses mencetak gol pada menit ke-90+9 lewat Mohamed Mahroon. Padahal, tambahan waktu yang diberikan perangkat pertandingan hanya enam menit.
Wasit Ahmed Al Kaf yang memimpin pada laga itu kemudian mengakhiri pertandingan selepas Bahrain mencetak gol. Kerusuhan antarpemain dan pelatih kedua tim pun pecah.
Buntutnya, Sumardji yang merupakan manajer Timnas Indonesia saat itu juga terkena kartu merah. Sebab, dia melakukan protes keras untuk membela skuad Garuda, khususnya Shin Tae-yong.
Selain melawan Bahrain, Timnas Indonesia juga menerima dua sanksi FIFA dari pertandingan lain. Pertama adalah teguran karena terlambat melajukan kick-off saat Indonesia vs Australia pada September lalu.
Sementara sanksi kedua juga akibat hal yang sama, karena keterlambatan kick-off saat laga Tiongkok vs Timnas Indonesia pada 15 Oktober lalu. Akibatnya, Garuda terkena denda sebesar 10 ribu Franc Swiss atau setara Rp178 juta.
Daftar Hukuman dari FIFA untuk Timnas Indonesia
1. Timnas Indonesia vs Australia - Telat Kick-off - Teguran
2. Tiongkok vs Timnas Indonesia - Telat Kick-off - Denda 10.000 CHF

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
