Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Oktober 2024 | 16.47 WIB

PSSI Gelar Evaluasi Tertutup, Bahas Nasib Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia?

Shin Tae-yong mendapatkan sorotan tajam terkait beberapa keputusannya yang dianggap blunder dan berdampak pada kekalahan Timnas Indonesia. (Dok. PSSI)

JawaPos.com - Rapat evaluasi dengan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, terkait hasil dua laga tandang melawan Bahrain dan Tiongkok ternyata telah digelar oleh PSSI. Namun, pertemuan juru taktik asal Korea Selatan dengan Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI digelar tertutup.

Evaluasi jadi satu hal yang dijanjikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyusul hasil minor Timnas Indonesia dalam laga lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada September lalu. Sebab, Garuda hanya dapat satu poin dari dua laga tandang kontra Bahrain (2-2) dan Tiongkok (2-1).

Padahal, PSSI menargetkan Timnas Indonesia bisa memetik minimal empat poin dari Bahrain dan Tiongkok. Namun, target itu meleset jauh sehingga membuat posisi Garuda untuk lolos ke Piala Dunia 2026 jadi sulit.

Setelah sempat tak ada kabar dan Shin Tae-yong kini sudah kembali ke Korea Selatan, rapat evaluasi PSSI jadi pertanyaan. Namun, ternyata kegiatan itu telah dilakukan. Itu diungkapkan oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.

"Setelah kekalahan, Pak Ketum dapat semua informasi yang ada. Kemudian, gak lama kemudian STY pulang ke Indonesia atas panggilan Pak Ketum. Saya rasa sudah pertemuannya cukup bagus. Mudah-mudahan ke depan sih akan lebih baik," kata Arya ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (24/10).

Lantas, apa saja yang dibahas oleh Erick Thohir dengan Shin Tae-yong? Apakah nasib pelatih asal Korea Selatan juga masuk dalam salah satu topik pembicaraan? Arya menyebut semua hal ditanyakan oleh PSSI kepada sang pelatih.

Tapi, yang jadi fokus PSSI adalah hasil di dua laga kemarin. Misalnya mengenai kebobolan pada menit akhir saat melawan Bahrain, terlepas dari kontroversial wasit.

"Pasti ditanya semua lah. Kok bisa kalah? Ini kenapa? Kemarin lawan Bahrain kok kita gak konsen? Mau nambah berapa menit pun harusnya konsentrasi dong. Enggak boleh selesai gitu," ungkap Arya.

"Jadi Oke, satu sisi wasit oke, terima. Tapi, kan kita ada yang evaluasi juga. Kenapa bisa kehilangan konsentrasi pada saat menit akhir? Itu juga evaluasi," tambah Arya yang juga staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara ini.

PSSI menyoroti kelengahan Timnas Indonesia yang hilang konsentrasi pada menit akhir, sehingga kemenangan di depan mata sirna. Selain itu, Arya juga menilai skuad Garuda yang terlalu baik dan sempurna dalam bermain.

Menurut Arya, Timnas Indonesia sebenarnya bisa saja melakukan drama-drama kecil seperti yang dilakukan oleh tim lawan ketika sedang unggul di menit akhir, yakni banyak terjatuh untuk mengulur waktu.

"Ya, harusnya kita kayak tiru-tiru Arab Saudi sama Bahrain lah. (Sedikit-sedikit) jatuh gitu, kan bisa. Ini juga mainnya serius banget gitu, bawa-bawa bola ke mana," tuturnya.

"Drama dikit ya nggak apa-apa lah, kita kan kadang-kadang ini, mungkin jarang dia pemain diaspora, jarang nonton sinetron. Jadi, dramanya kurang," kata Arya menambahkan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore