MANFAATKAN HOME: Pelatih Persebaya Paul Munster (kanan) berdiskusi dengan asistennya, Uston Nawawi, di Lapangan THOR, Surabaya, 14 Oktober lalu. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya sedang berada dalam sorotan tajam usai menelan kekalahan pertamanya di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Hasil buruk tersebut memunculkan berbagai reaksi negatif di media sosial yang mengganggu suasana tim menjelang laga berikutnya melawan PSM Makassar.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, akhirnya angkat bicara terkait tekanan yang datang dari berbagai pihak. Dia menyoroti banyaknya komentar negatif yang datang setelah kekalahan tersebut, namun sedikit sekali dukungan positif yang diterima ketika timnya dalam performa apik.
Paul Munster menyebut situasi ini sudah menjadi bagian dari dunia sepak bola modern. "Orang-orang lebih suka fokus pada hal negatif daripada mendukung kami ketika menang," ujarnya saat konferensi pers jelang laga melawan PSM Makassar, Selasa (22/10).
Ia mengakui media sosial bisa menjadi tempat yang penuh tekanan bagi para pemain. Menurutnya, komentar-komentar negatif tersebut bukanlah cerminan dari suporter sejati Persebaya Surabaya, Bonek dan Bonita, yang selalu setia mendukung tim.
"Kita bersatu dalam tim, seperti yang dikatakan Bruno. Tapi, di media sosial, orang-orang lebih suka hal-hal yang negatif," tambahnya, merujuk pada komentar rekan satu tim, Bruno Moreira, yang juga merasa terganggu dengan situasi ini.
Persebaya Surabaya memang tengah dalam kondisi terpuruk usai kekalahan 2-0 dari Persib Bandung di pekan kedelapan. Kekalahan tersebut membuat Persebaya Surabaya harus merelakan posisi puncak klasemen diambil alih oleh Bali United, yang kini memimpin dengan 17 poin.
Meski demikian, Paul Munster tetap optimis dengan kemampuan timnya untuk bangkit. Dia berharap Bonek dan Bonita akan memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo pada laga melawan PSM Makassar, Rabu (23/10), untuk memberikan dukungan penuh bagi Persebaya Surabaya.
"Kami berharap besok stadion penuh dengan Bonek dan Bonita yang mendukung kami. Mereka adalah suporter sejati yang selalu ada, baik saat menang maupun kalah," tegasnya.
Namun, Paul tak bisa menutupi kekesalannya terhadap pihak-pihak yang hanya muncul saat tim mengalami kekalahan. "Di mana mereka ketika kita menang?" sindir Munster, menyiratkan ketidakhadiran para pengkritik ketika timnya dalam performa terbaik.
Persebaya Surabaya memang menjalani awal musim yang gemilang sebelum kekalahan dari Persib. Mereka mencatatkan lima kemenangan dan dua hasil imbang dalam tujuh laga awal, dan baru kali ini merasakan kekalahan.
Namun, kekalahan dari Persib Bandung tak hanya membuat Persebaya Surabaya kehilangan tiga poin, tetapi juga takhta klasemen. Kini mereka duduk di posisi kedua dengan 17 poin, hanya kalah selisih gol dari Bali United.
Sementara itu, lawan yang akan dihadapi Persebaya Surabaya, PSM Makassar, datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 2-0 atas Madura United. PSM Makassar berada di peringkat keempat dengan 15 poin, hanya terpaut dua poin dari Persebaya Surabaya.
Pertandingan di pekan kesembilan ini menjadi sangat penting bagi kedua tim. Persebaya Surabaya ingin merebut kembali puncak klasemen dari Bali United, sedangkan PSM Makassar memiliki peluang besar untuk naik ke posisi teratas jika berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya.
Paul Munster menyadari tantangan besar yang akan dihadapi timnya. Namun, dia menekankan pentingnya menjaga mentalitas tim dan fokus pada tujuan utama, yakni meraih kemenangan di laga krusial ini.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
