
Timnas Indonesia disarankan realistis dan fokus ke Piala AFF oleh Media Vietnam. (Dok. PSSI)
JawaPos.com — Perjalanan Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 terus menarik perhatian. Sebagai satu-satunya wakil Asia Tenggara di Grup C, Timnas Indonesia mengejutkan dengan hasil yang cukup kompetitif, meski hasil akhirnya belum sepenuhnya memuaskan.
Skuad Garuda yang dipimpin Shin Tae-yong memulai perjalanan dengan penuh harapan setelah bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi (5/9). Dalam laga berikutnya, Timnas Indonesia kembali membuat kejutan dengan menahan imbang tim kuat Australia tanpa gol (10/9), sebuah prestasi yang patut diacungi jempol.
Namun, kontroversi mulai muncul dalam laga berikutnya melawan Bahrain (10/10). Timnas Indonesia harus puas dengan hasil imbang 2-2 setelah adanya keputusan kontroversial dari wasit yang seakan membantu Bahrain menghindari kekalahan di kandang.
Tekanan semakin besar ketika Timnas Indonesia harus menghadapi Tiongkok. Sayangnya, Garuda harus menyerah 1-2 pada laga keempat (15/10).
Media Vietnam, Bongda24h, menyoroti raihan tiga poin dari tiga hasil imbang dalam empat laga yang telah dijalani Timnas Indonesia di Grup C.
Menurut mereka, tekanan psikologis mulai terlihat di kubu Timnas Indonesia, terutama setelah kekalahan dari Tiongkok yang dinilai memberikan pukulan besar terhadap kepercayaan diri para pemain.
Dalam artikelnya, Bongda24h menyebut setelah meraih tiga kali hasil imbang melawan tim-tim tangguh seperti Arab Saudi, Australia, dan Bahrain, wajar jika publik Indonesia berharap pada masa depan cerah.
"(Timnas) Indonesia mengawali tiga laga pertama dengan tiga kali seri melawan Arab Saudi, Australia, dan Bahrain. Melihat prestasi di atas, suporter Garuda berhak berharap masa depan cerah bagi tim tuan rumah dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026," tulis Bongda24h.
Namun, kekalahan dari Tiongkok membawa tantangan psikologis yang cukup besar, terutama bagi Asnawi Mangkualam dan rekan-rekannya.
"Namun, kekalahan terbaru melawan China di laga keempat memberikan pukulan psikologis yang cukup berat Asnawi Mangkualam dan rekan satu timnya," tulis Bongda24h.
Media Vietnam itu juga mengingatkan tentang betapa sulitnya tantangan yang dihadapi Timnas Indonesia dalam Grup C, yang memiliki persamaan dengan situasi Vietnam di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Vietnam, yang kala itu tergabung di Grup B bersama Jepang, Australia, Arab Saudi, dan Tiongkok, juga merasakan beratnya persaingan di level ini.
Pada 2022, Vietnam yang dipimpin Park Hang-seo gagal bersaing di Grup B. Mereka dipaksa berada di posisi juru kunci dengan hanya mengoleksi empat poin dari sepuluh pertandingan.
Meski berhasil mencetak delapan gol, pertahanan Vietnam runtuh dengan kebobolan 19 gol dalam sepuluh pertandingan.
Empat poin yang diraih Vietnam kala itu datang dari satu kemenangan melawan Tiongkok dan satu hasil imbang melawan Jepang. Namun, dengan delapan kekalahan dari lawan-lawan kuat lainnya, mimpi mereka menuju Piala Dunia harus terkubur lebih dalam.
