
Gilson Costa siap jadi tembok kukuh pemutus serangan lawan dan mengawali serangan Persebaya Surabaya di lini tengah. (Instagram/@offcialpersebaya)
JawaPos.com — Persaingan sengit di Liga 1 Indonesia 2024/2025 akan kembali berlanjut pada pekan kedelapan dengan laga menarik antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.
Pertandingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat pada Jumat (18/10) pukul 15.30 WIB ini diprediksi menjadi salah satu laga panas yang layak ditunggu.
Kedua tim belum terkalahkan hingga pekan ketujuh, membuat pertemuan mereka menjadi duel yang sangat dinantikan oleh para pencinta sepak bola nasional.
Persebaya Surabaya datang dengan kepercayaan diri penuh sebagai pemuncak klasemen sementara. Green Force telah mengumpulkan 17 poin dari lima kemenangan dan dua hasil imbang, dan hanya kebobolan dua gol sepanjang musim.
Hal ini menunjukkan betapa kukuhnya lini pertahanan Persebaya Surabaya yang tak hanya solid tetapi juga tak mudah ditembus lawan. Namun, Persib Bandung yang tampil sebagai tuan rumah tentu tak bisa dianggap remeh.
Meskipun baru mengumpulkan 13 poin dari tiga kemenangan dan empat imbang, Maung Bandung telah menunjukkan lini serang yang efektif dengan mencetak 13 gol.
Namun, di balik statistik tim, ada duel menarik yang bakal tersaji di lapangan, yaitu adu kecerdasan antara dua pemain visioner: Gilson Costa dari Persebaya Surabaya dan Gustavo Franca dari Persib Bandung.
Kedua pemain ini dikenal memiliki kemampuan membaca permainan yang luar biasa dengan catatan intersep yang tinggi di masing-masing tim.
Gustavo Franca yang baru saja pulih dari cedera akan menjadi andalan Persib di lini tengah. Pemain asal Brasil ini tak hanya piawai dalam bertahan, tetapi juga lihai dalam membaca pergerakan lawan dan melakukan intersepsi.
Statistik mencatat bahwa Gustavo memiliki rata-rata 4.6 intersepsi per pertandingan, angka yang sangat mengesankan. Tak hanya itu, dia juga tercatat mampu memulihkan bola rata-rata 9.4 kali per pertandingan, menunjukkan kemampuannya dalam memenangi bola dan menguasai ruang di lini tengah.
Meski sering kali dilalui lawan, dengan rata-rata 0.7 kali dribbled past per pertandingan, dirinya mampu menyeimbangkannya dengan 3.0 clearances dan membuat pertahanan Persib tetap tangguh.
Di sisi lain, Gilson Costa dari Persebaya Surabaya juga tidak kalah gemilang. Pemain kelahiran Portugal ini mencatatkan rata-rata 4.4 intersepsi per pertandingan, yang menunjukkan betapa cerdasnya ia dalam membaca serangan lawan.
Meski angka recovery bolanya lebih rendah dibandingkan Gustavo, yaitu 6.1 per pertandingan, kontribusinya dalam menjaga kedalaman lini tengah Persebaya Surabaya sangat signifikan.
Gilson Costa juga dikenal sebagai pemain yang sangat disiplin dalam posisinya, meskipun sedikit lebih sering dilalui lawan dengan rata-rata 1.3 dribbled past per pertandingan.
Namun, hal tersebut tak mengurangi pentingnya perannya dalam strategi bertahan Green Force.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
