
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berbicara mengenai rumor Kevin Diks yang akan bela Timnas Indonesia. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Konfederasi sepak bola Asia (AFC) akhirnya buka suara soal laporan dan surat protes yang dilayangkan PSSI terkait kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf. Lantas, apa respons dan jawaban yang diberikan oleh AFC?
PSSI memang sudah bergerak cepat menyusul kegagalan Timnas Indonesia meraih kemenangan atas Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Kamis (10/10) lalu. Federasi sepak bola di Tanah Air itu langsung mengirim surat protes kepada AFC dan FIFA soal wasit Ahmed Al Kaf.
Pasalnya, wasit Ahmed Al Kaf dianggap oleh PSSI menjadi dalang di balik kegagalan Garuda menang atas Bahrain. Pertandingan ketiga Grup C putaran ketiga Kualifkasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu berakhir dengan skor 2-2.
Wasit Ahmed Al Kaf dinilai oleh PSSI sengaja meniup peluit panjang lebih lebih lama dari waktu yang seharusnya. Pasalnya saat laga sudah menit ke-90, wasit cadangan memberikan tambahan waktu 6 menit. Namun, Al Kaf baru menghentikan laga pada 90+9, setelah Bahrain mencetak gol penyeimbang.
Gol itu benar-benar membuat segenap Timnss Indonesia murka. Pelatih Shin Tae-yong, manajer Sumardji, hingga suporter kesal dengan tindakan wasit Al Kaf. Protes pun dilakukan oleh PSSI merespons kejadian tersebut.
Dua hari setelah insiden, AFC akhirnya muncul. Melalui Sekretaris Jenderal Datuk Seri Windsor John, AFC mengonfirmasi bahwa konfederasi belum menerima pengaduan resmi dari PSSI.
"Kami butuh PSSI untuk mengklarifikasi apa yang mereka keluhkan — apakah itu performa, manajemen waktu, atau masalah spesifik lainnya. Kami telah mendengar berbagai laporan, tetapi keluhan itu harus terperinci," kata Windsor, sebagaimana dipetik dari New Strait Times.
Di sisi lain, pria asal Malaysia itu mengatakan bahwa laporan wasit, termasuk alasan penambahan menit tambahan, akan ditinjau oleh AFC. "VAR memantau semua keputusan wasit, dan mereka harus membenarkannya (jika ada keluhan)," katanya.
"Meskipun ofisial pertandingan tidak mengomentari penampilan mereka secara terbuka, mereka diharuskan untuk memberikan laporan terperinci kepada FIFA," kata Windsor.
Sementara itu, Erick Thohir selaku ketua umum PSSI pada Sabtu (12/10) sore kemarin menyatakan bahwa fedetasi telah mengirimkan surat protes kepada AFC. Ini berbeda dengan pernyataan Windsor.
"Sudah, saya mengirimkan surat juga kepada AFC, kepada presiden AFC untuk mempelajari. Keputusan tetap di tangan mereka. Tapi paling tidak kita harus kembali berani menyorakan ketidakadilan," katanya di Post Bloc, Jakarta Pusat.
Erick Thohir menyiratkan bahwa PSSI akan menerima apapun keputusan AFC nanti. Tapi, satu yang pasti, dia dengan tegas menyatakan bahwa protes perlu dilakukan sebagai bagian dari menyuarakan keadilan.
"Jangan juga kita selalu menjadi bangsa yang tidak berani menemukan pendapat pada ketidakadilan. Baik di dalam negeri, di dunia, dan di unsur-unsur lainnya," jelas Erick.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
