Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Oktober 2024 | 08.38 WIB

Profil Wasit Ahmed Al Kaf, Deretan Keputusan Kontroversialnya hingga Timnas Indonesia Gagal Menang di Bahrain

Wasit Ahmed Al Kaf disorot karena keputusan kontroversialnya di laga Bahrain vs Timnas Indonesia. (AFP/HECTOR RETAMAL) - Image

Wasit Ahmed Al Kaf disorot karena keputusan kontroversialnya di laga Bahrain vs Timnas Indonesia. (AFP/HECTOR RETAMAL)

JawaPos.com — Pertandingan antara Bahrain melawan Timnas Indonesia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 diwarnai oleh kepemimpinan wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf.

Wasit ini menjadi sorotan karena keputusan-keputusan yang dianggap kontroversial, terutama ketika Bahrain mencetak gol kedua yang menimbulkan protes dari pemain dan suporter Indonesia.

Ahmed Al Kaf dikenal sebagai wasit yang tegas dan tidak ragu mengeluarkan banyak kartu dalam setiap pertandingan yang dipimpinnya. Rata-rata Al Kaf melayangkan lima kartu dalam satu pertandingan, sebuah angka yang menunjukkan ketegasan dan disiplin tinggi dalam memimpin laga.

Ketegasan tersebut juga terlihat ketika dia memimpin pertandingan yang mempertemukan Bahrain dengan Indonesia di Bahrain National Stadium, Kamis (10/10).

Wasit asal Oman ini lahir pada 6 Maret 1983, dan mulai debutnya di dunia perwasitan sejak 2008 untuk pertandingan-pertandingan domestik di Oman. Dua tahun kemudian, Ahmed mendapatkan lisensi FIFA dan mulai dipercaya memimpin pertandingan-pertandingan internasional.

Seiring waktu, namanya semakin dikenal sebagai salah satu wasit yang sering memimpin laga penting di kancah Asia.

Namun, penunjukan Ahmed Al Kaf sebagai pengadil dalam laga Bahrain vs Indonesia sempat menuai perdebatan. Banyak pihak mempertanyakan netralitasnya mengingat Oman, negara asal Al Kaf, berada di bawah naungan badan sepak bola yang sama dengan Bahrain, yakni West Asian Football Federation (WAFF).

Meski begitu, aturan resmi dari AFC (Asian Football Confederation) tidak melarang penunjukan wasit asal negara yang berada di dalam federasi yang sama, asalkan negara wasit tersebut tidak tergabung dalam grup yang sama di kualifikasi.

Manajer Timnas Indonesia, Sumardi, sempat menyinggung mengenai hal ini sebelum pertandingan berlangsung. Dia mengimbau agar tidak perlu terlalu khawatir dengan penunjukan Al Kaf sebagai wasit utama.

"Kami harus percaya bahwa wasit akan memimpin pertandingan dengan fair play. Laga ini penting bagi kedua tim yang sama-sama ingin meraih tiket ke Piala Dunia," ujar Sumardi kepada wartawan.

Keyakinan Sumardi bahwa wasit akan memimpin dengan adil menjadi pengharapan bagi Timnas Indonesia. Namun, selama pertandingan berlangsung, ada beberapa keputusan yang menimbulkan protes, terutama saat Bahrain mendapatkan tendangan bebas yang berujung gol pertama mereka.

Gol tersebut dicetak oleh Mohamed Jasim Marhoon setelah tendangan bebasnya menghantam mistar gawang dan memantul masuk menit ke-15. Pelanggaran yang diberikan terhadap Rafael Struick yang menyebabkan tendangan bebas itu dianggap oleh beberapa pengamat sebagai keputusan yang terlalu mudah.

Keputusan lain yang menjadi sorotan adalah ketika Bahrain mencetak gol kedua pada menit ke-90+9. Meski tidak ada pelanggaran nyata yang terlihat, beberapa pemain Indonesia merasa bahwa menit bermain sudah habis sebelum bola mengalir ke kaki pemain Bahrain.

Namun, Al Kaf tetap melanjutkan permainan dan gol tersebut disahkan, membuat Bahrain menyamakan skor 2-2 dan memaksa Timnas Indonesia bermain imbang.

Selama karirnya, Ahmed Al Kaf telah memimpin lebih dari 114 pertandingan internasional dan klub, dengan total 343 kartu kuning dan 10 kartu merah yang sudah dikeluarkannya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore