
Pemain sepak bola PON Sulawesi Tengah, Muhammad Rizki (kanan), mendapat kartu merah saat menghadapi Aceh di babak 8 besar PON 2024. (Youtube ANTARATV)
JawaPos.com – Investigasi kasus pemukulan wasit dan dugaan pengaturan skor alias match fixing pertandingan sepak bola di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 mulai menemui titik terang. PSSI mengungkapkan bakal menggelar sidang terakhir pada Rabu (2/10).
Kasus pemukulan wasit dan dugaan match fixing muncul dalam salah satu pertandingan perempat final sepak bola putra PON 2024, tepatnya saat laga tuan tumah Aceh melawan Sulawesi Tengah pada 14 September 2024.
Pertandingan yang digelar di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, tersebut kala itu dimenangkan oleh Aceh. Tuan rumah meraih kemenangan setelah Sulawesi Tengah memutuskan mundur dari pertandingan (walk out) meski kedudukan terakhir masih sama kuat 1-1.
Mundurnya Sulawesi Tengah karena merasa tidak puas dengan kinerja Eko Agus Sugiharto, wasit yang memimpin pertandingan. Mereka menganggap banyak keputusan keliru yang diambil oleh sang pengadil lapangan.
Buntut ketidakadilan kepemimpinan tersebut, Eko Agus Sugiharto langsung menjadi korban pemukulan oleh salah satu pemain Sulawesi Tengah saat pertandingan berlangsung. Dia dihajar oleh Muhammad Rizki Saputra hingga terkapar dan dilarikan ke rumah sakit jelang pertandingan berakhir.
PSSI mengecam keras tindakan dan kejadian yang ada di PON, khususnya terhadap pemukulan wasit. Di satu sisi, federasi juga langsung melakukan investigasi permasalahan tersebut. Masalah yang diinvestigasi pun bukan hanya pemukulan wasit saja, tapi juga terkait dugaan match fixing sepak bola PON.
Proses investigasi PSSI pun telah dilakukan selama dua pekan. Tim yang dipimpin Ketua Komite Banding PSSI Ali Mukartono itu disebut telah memanggil sejumlah saksi dan berbagai pengembangan terus dilakukan. Terbaru, Yunus Nusi selaku Sekretaris Jenderal PSSI menyatakan bahwa tim investigasi akan melakukan sidang terakhir besok.
"Rabu ada pengembangan dari hasil pemanggilan tujuh orang, tujuh perangkat pertandingan dan lain-lain ternyata ada pengembangan," kata Yunus Nusi.
"Kemarin sudah ada sidang, ini hari Rabu semoga sidang terakhir dan semoga malamnya sudah ada keputusan dan tidak berlarut-larut. Rabu sidang terakhir, semoga sudah ada keputusan," tambah pria asal Kalimantan ini.
Sebelumnya, pada 21 September lalu, PSSI telah mengungkapkan bahwa keputusan terkait kasus itu sudah ada pada 23 September. Namun, hal itu ternyata meleset. Hingga kini kasusnya pun masih jadi tanda tanya dan seluruh pihak menunggu ketegasan PSSI.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
