Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 22.57 WIB

Rekor Buruk Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster Hadapi Jan Olde Riekerink: Pernah Disikat 3 Gol Tanpa Balas

Jan Olde Riekerink (jas hitam) pernah jadi mimpi buruk Persebaya Surabaya di tangan Paul Munster di Liga 1 Indonesia. (Instagram @jolderiekerink)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya saat ini sedang dalam performa gemilang di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Tim berjuluk Green Force itu baru saja meraih kemenangan keempat secara beruntun dan kokoh di puncak klasemen sementara. Kemenangan tipis 1-0 melawan PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menjadi bukti solidnya permainan Persebaya Surabaya di bawah arahan pelatih Paul Munster.

Namun, di balik tren positif ini, ada bayang-bayang kelam yang menyelimuti perjalanan Paul Munster. Salah satu kenangan buruk Munster adalah saat ia harus menelan kekalahan telak dari tim yang kini menjadi rival terdekat, Dewa United, di bawah asuhan pelatih Jan Olde Riekerink. Kekalahan itu terjadi pada 16 April 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo. Di hadapan ribuan pendukung Bonek, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Dewa United dengan skor 0-3 tanpa balas.

Pertandingan melawan Dewa United pada pekan ke-31 Liga 1 Indonesia 2023/2024 tersebut menjadi salah satu momen yang tak terlupakan bagi Paul Munster. Di laga itu, Persebaya Surabaya tampil dengan harapan tinggi untuk terus bersaing di Liga 1 Indonesia. Namun, harapan tersebut sirna ketika Ricky Kambuaya, Ahmad Nufiandani, dan Alex berhasil mencetak gol yang membawa Dewa United meraih kemenangan telak.

Munster, yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang matang, harus menerima kenyataan pahit bahwa strategi yang diterapkannya tidak mampu menahan gempuran pasukan Jan Olde Riekerink. Persebaya Surabaya terlihat kesulitan menembus pertahanan solid Dewa United, sementara serangan balik cepat tim tamu berulang kali mengancam pertahanan Green Force.

Menghadapi kekalahan tersebut, Munster kini memiliki tantangan besar. Dalam waktu dekat, Persebaya Surabaya kembali akan bertemu dengan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo pada 27 September 2024. Meski dalam kondisi lebih baik secara fisik dan mental, Munster tetap menyadari bahwa Dewa United di bawah arahan Jan Olde Riekerink bukanlah lawan yang bisa diremehkan.

Paul Munster menegaskan bahwa dirinya dan tim tidak ingin terjebak dalam euforia semata. "Kami fokus pada pertandingan terdekat, sekarang fokus kami adalah Dewa United," ujar Munster pasca kemenangan beruntun di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak memikirkan terlalu jauh ke depan dan lebih memilih untuk menghadapi setiap pertandingan secara step by step.

Persebaya Surabaya saat ini telah mengumpulkan 16 poin dari lima kemenangan dan satu hasil imbang dalam enam laga. Catatan ini memang impresif, tetapi Munster tetap waspada agar timnya tidak terjebak dalam rasa puas diri. "Liga 1 adalah jalan yang panjang, yang harus kami lalui dengan fokus game per game," lanjutnya.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian utama Munster adalah mentalitas para pemainnya. Ia menyadari bahwa untuk bisa menjaga konsistensi, para pemain harus memiliki mentalitas juara dan keyakinan untuk terus berjuang dalam setiap laga. Kemenangan melawan PSBS Biak menjadi bukti bahwa meski dalam kondisi fisik yang letih, para pemain masih memiliki semangat untuk meraih tiga poin.

Paul Munster juga menyadari pentingnya dukungan suporter dalam setiap laga kandang. Oleh karena itu, ia mengajak Bonek dan Bonita untuk terus memenuhi stadion saat Persebaya Surabaya menjamu Dewa United. "Bermain di hadapan puluhan ribu Bonek akan memberikan tambahan energi, karena itu ayo ke GBT," tegas Munster. Kehadiran suporter setia Persebaya Surabaya memang selalu menjadi kekuatan tambahan bagi Green Force di lapangan.

Sementara itu, di kubu lawan, Jan Olde Riekerink adalah sosok yang sangat dihormati di dunia sepak bola. Pelatih berkebangsaan Belanda ini memiliki pengalaman luas, baik di kompetisi Eropa maupun Asia. Di Liga 1 Indonesia, Jan Olde Riekerink menunjukkan bahwa dirinya mampu mengeluarkan potensi terbaik dari tim yang ia asuh, termasuk Dewa United.

Kemenangan telak 3-0 atas Persebaya Surabaya pada April lalu menjadi bukti betapa tajamnya strategi yang diterapkan Jan Olde Riekerink. Dengan Ricky Kambuaya sebagai salah satu motor serangan, Dewa United selalu mampu memberikan ancaman serius. Dalam pertandingan nanti, tentu Munster harus mewaspadai setiap gerakan pemain kunci Dewa United, terutama Kambuaya yang juga mencetak gol di pertemuan terakhir.

Bagi Paul Munster, laga melawan Dewa United pada 27 September mendatang bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah kesempatan untuk membalas kekalahan telak yang pernah ia derita di bawah tangan Jan Olde Riekerink. Dengan catatan empat kemenangan beruntun dan pertahanan solid yang digalang Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya, Persebaya Surabaya memiliki modal kuat untuk bisa menaklukkan Dewa United di hadapan ribuan Bonek yang akan memadati Stadion Gelora Bung Tomo.

Namun, Munster juga tahu bahwa sejarah bisa saja terulang jika ia dan tim tidak berhati-hati. Kekalahan 0-3 di pertemuan sebelumnya menjadi pengingat bahwa Jan Olde Riekerink adalah lawan yang tidak bisa dianggap enteng. Kini, Munster harus mempersiapkan strategi yang lebih matang untuk menghadapi tantangan berat dari Dewa United.

Pertandingan nanti akan menjadi ujian besar bagi Munster dalam membuktikan bahwa dirinya telah belajar dari kekalahan sebelumnya. Jika berhasil mengalahkan Dewa United, Munster bukan hanya akan memperpanjang catatan kemenangan Persebaya Surabaya, tetapi juga mematahkan rekor buruknya melawan Jan Olde Riekerink.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore