
Persebaya Surabaya pernah catatkan laga dengan kartu pelanggaran terbanyak di Liga 1 Indonesia ketika menghadapi PSS Sleman. (Instagram @officialpersebaya)
JawaPos.com — Sejak bergulirnya era Liga 1 Indonesia, Persebaya Surabaya menjadi salah satu tim yang selalu menjadi sorotan. Klub yang memiliki ciri khas permainan “ngeyel, ngosek, dan wani” ini kerap kali menampilkan pertandingan sengit dan penuh aksi di setiap laganya.
Bagi para penggemar sepak bola Tanah Air, laga-laga Persebaya Surabaya selalu dinantikan baik itu oleh pendukung setianya, Bonek, maupun oleh penikmat sepak bola dari klub lain. Namun, di balik aksi-aksi memukau dan kemenangan gemilang yang sering didapat, Persebaya Surabaya juga kerap terlibat dalam pertandingan yang penuh dengan ketegangan, terutama dari sisi pelanggaran.
Kini, di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, Persebaya Surabaya dalam tren positif dengan lima pertandingan tanpa kekalahan. Mereka mengoleksi empat kemenangan dan satu hasil imbang, menunjukkan performa impresif di awal musim.
Dengan gaya permainan agresif dan berani, tak heran jika animo penonton untuk hadir di stadion semakin meningkat. Namun, di balik performa gemilang, ada satu sisi lain yang tak bisa diabaikan: jumlah pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan-pertandingan sengit yang melibatkan Persebaya Surabaya.
Bukan hal baru jika pertandingan sepak bola berujung pada ketegangan yang membuat wasit harus sering mengeluarkan kartu pelanggaran, baik kartu kuning maupun merah. Pada laga Persebaya Surabaya, momen-momen panas di lapangan seringkali berujung pada keluarnya sejumlah kartu, terutama dalam pertandingan yang sangat kompetitif.
Salah satu contoh nyata adalah laga antara Persebaya Surabaya dan PSS Sleman pada Liga 1 Indonesia musim 2023/2024 yang dipimpin oleh wasit Ginanjar Rahman Latief. Laga tersebut berlangsung sangat panas dengan total 11 kartu kuning dikeluarkan oleh wasit. Ketegangan yang terjadi di lapangan antara dua tim ini membuat wasit harus bekerja ekstra keras untuk menjaga kendali pertandingan.
Namun, meski pertandingan diwarnai dengan banyak pelanggaran, Persebaya Surabaya berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa meskipun laga dipenuhi ketegangan, Green Force mampu menjaga fokus dan memetik tiga poin.
Ginanjar Rahman Latief bukanlah nama asing dalam dunia sepak bola Indonesia, terutama dalam hal pertandingan yang diwarnai hujan kartu pelanggaran. Berdasarkan data Transfermarkt, Ginanjar tercatat memimpin tiga laga dengan jumlah kartu pelanggaran terbanyak di era Liga 1 Indonesia. Hal ini termasuk pertandingan Persebaya Surabaya vs PSS Sleman pada 3 Maret 2024 yang menyumbang total 11 kartu kuning, serta dua laga lainnya yang juga dipenuhi dengan ketegangan.
Wasit yang berasal dari Bandung ini memang dikenal sebagai sosok yang tegas di lapangan. Dalam pertandingan yang dipimpinnya, Ginanjar tidak ragu untuk mengeluarkan kartu bagi pemain yang melakukan pelanggaran, baik itu kartu kuning untuk pelanggaran ringan, maupun kartu merah langsung untuk pelanggaran berat. Kedisiplinan dan ketegasan yang ditunjukkan Ginanjar di lapangan membuatnya menjadi salah satu wasit yang sering ditunjuk untuk memimpin laga-laga besar dan panas di Liga 1 Indonesia.
Tak hanya Persebaya Surabaya, beberapa pertandingan lain di Liga 1 Indonesia juga tercatat sebagai laga dengan jumlah kartu pelanggaran terbanyak.
Berikut adalah daftar pertandingan dengan jumlah kartu tertinggi berdasarkan data Transfermarkt:
21 Desember 2022 – Persikabo 1973 vs Persik Kediri
Hasil: 0-0
Jumlah Kartu: 13 (12 kartu kuning, 1 kartu merah)
Wasit: Sigit Budiyanto
15 Juli 2023 – Bali United vs Madura United
Hasil: 2-1
Jumlah Kartu: 13 (10 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, 1 kartu merah)
Wasit: Ginanjar Rahman Latief
30 September 2023 – Arema FC vs PSS Sleman
Hasil: 2-1
Jumlah Kartu: 13 (12 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua)
Wasit: Bangkit Sanjaya
31 Maret 2023 – Persija Jakarta vs Persib Bandung
Hasil: 2-0
Jumlah Kartu: 12 (12 kartu kuning)
Wasit: Iwan Sukoco

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
