Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 September 2024 | 19.46 WIB

Mengintip Potensi Hukuman Tambahan Komdis PSSI untuk Gelandang Persebaya Surabaya Andre Oktaviansyah

Pelanggaran keras Andre Oktaviansyah bisa memancing hukuman tambahan dari Komdis PSSI yang bisa merugikan Persebaya Surabaya. - Image

Pelanggaran keras Andre Oktaviansyah bisa memancing hukuman tambahan dari Komdis PSSI yang bisa merugikan Persebaya Surabaya.

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus kembali menghadapi masalah disiplin di lapangan setelah salah satu gelandang mereka, Andre Oktaviansyah, mendapat kartu merah saat pertandingan melawan Persita Tangerang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Kartu merah ini menjadi sorotan, dan tak sedikit yang memprediksi bahwa Andre berpotensi mendapatkan hukuman tambahan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, seperti yang pernah dialami oleh rekan setimnya, Arief Catur Pamungkas musim lalu.

Kasus kartu merah dan pelanggaran keras bukan hal baru bagi Persebaya. Musim lalu, Arief Catur Pamungkas menerima hukuman tambahan dari Komdis PSSI setelah kartu merah yang diterimanya di laga melawan Dewa United pada 30 September 2023.

Hukuman yang diberikan kepada Catur bukan hanya larangan bermain selama empat pertandingan, tapi juga denda sebesar Rp10 juta. Catur dihukum karena aksinya yang menyikut bagian kepala belakang pemain Dewa United, Ady Setiawan, saat duel udara yang berakhir dengan pemain lawan terkapar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Catur dinilai wajar, mengingat tingkat pelanggarannya yang dianggap berbahaya dan berpotensi mencederai lawan.

Sidang Komdis PSSI yang dipimpin oleh Eko Hendro Prasetyo serta anggota lainnya seperti Asep Edwin Firdaus, Hasani Abdulgani, Aji Riduan Mas, dan Mahfudin Nigara, memutuskan bahwa tindakan keras Catur pantas mendapatkan hukuman tambahan berdasarkan Pasal 49 Ayat 1 Huruf (b) dan Ayat 2 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.

Bahkan, Komdis menegaskan bahwa pelanggaran serupa di masa mendatang bisa berakibat hukuman yang lebih berat. Ironisnya, hukuman tersebut tidak dapat diubah atau dibatalkan karena banding tidak diizinkan sesuai Pasal 119 Kode Disiplin PSSI.

Kini, di musim Liga 1 Indonesia 2024/2025, Andre Oktaviansyah seakan mengikuti jejak Catur. Dalam laga melawan Persita Tangerang, Andre Oktaviansyah yang masuk sebagai pemain pengganti Gilson Costa pada menit ke-68, justru melakukan tindakan tidak terpuji di pengujung pertandingan.

Ketika Persebaya Surabaya tengah dalam tekanan berat oleh serangan Persita yang mencari gol penyama kedudukan, Andre malah terlibat dalam insiden yang berujung kartu merah. Dia melakukan pukulan dari belakang terhadap pemain Persita, Badrian Ilham, pada menit ke-90+9.

Insiden ini tidak hanya menjadi sorotan wasit di lapangan, tetapi juga wasit VAR. Setelah dilakukan pengecekan melalui VAR, Andre langsung diberikan kartu merah tanpa ampun.

Meskipun tindakan Andre ini terjadi di akhir pertandingan, Persebaya Surabaya beruntung karena tetap bisa mempertahankan kemenangan 1-0 berkat gol semata wayang dari Bruno Moreira pada menit ke-11. Namun, dampak kartu merah ini bisa dirasakan dalam beberapa pertandingan ke depan jika Komdis PSSI kembali memberikan hukuman tambahan.

Melihat kasus yang menimpa Catur di musim sebelumnya, Andre Oktaviansyah jelas berpotensi mendapatkan hukuman serupa. Komdis PSSI dikenal tidak main-main dalam memberikan hukuman bagi pemain yang terlibat dalam pelanggaran disiplin berat.

Jika merujuk pada Kode Disiplin PSSI, khususnya Pasal 49, tindakan Andre yang melakukan kekerasan di lapangan berpotensi menambah larangan bertanding di beberapa laga serta denda finansial.

Hukuman tambahan seperti ini pernah menjadi pengalaman pahit bagi Catur. Setelah menerima kartu merah di laga melawan Dewa United, dia harus absen dalam empat laga penting Persebaya Surabaya, termasuk pertandingan melawan Persib Bandung, Bali United, Persik Kediri, dan Persis Solo.

Absennya Catur kala itu memberikan dampak yang cukup besar bagi stabilitas pertahanan Persebaya Surabaya pada saat itu. Meskipun dia sempat meminta maaf dan memberikan dukungan moral kepada Ady Setiawan yang menjadi korban pelanggarannya, Komdis PSSI tetap memberikan sanksi tegas tanpa toleransi.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore