
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto sebelum melawan Timnas Australia dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com — Piala Dunia adalah panggung paling megah dalam dunia sepak bola, sebuah impian yang tidak hanya diidam-idamkan oleh para pemain, tetapi juga oleh para penggemar di seluruh dunia. Bagi negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, seperti Brasil, Jerman, dan Argentina, tampil di Piala Dunia hampir menjadi hal yang rutin. Namun, bagi negara seperti Indonesia, langkah untuk tampil di turnamen akbar ini seolah masih menjadi mimpi yang sulit terwujud.
Tidak sedikit yang berharap, di masa mendatang, Timnas Indonesia bisa berlaga di panggung Piala Dunia. Harapan ini juga yang menjadi pertanyaan banyak orang ketika mereka bertanya kepada mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, salah satu tokoh besar Indonesia yang juga dikenal sebagai penggemar berat sepak bola.
Gus Dur, dengan segala kebijaksanaannya, pernah memberikan pandangan jujur yang penuh dengan realisme soal kapan Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. Apakah prediksi beliau akan terwujud di Piala Dunia 2026?
Piala Dunia terakhir yang cukup menarik perhatian Gus Dur adalah Piala Dunia 2006 yang diselenggarakan di Jerman. Sebagai seorang penggemar sepak bola, Gus Dur sering mengikuti pertandingan-pertandingan penting, dan tidak jarang ditanya soal prediksi hasil pertandingan. Kala itu, Piala Dunia sudah memasuki fase penyisihan grup ketika Gus Dur mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekannya: siapa yang akan masuk final?
Dengan gaya bicara yang santai namun sarat makna, "Ya, pokoknya kalau nggak Argentina, Jerman, Brasil, ya Prancis," jawab Gus Dur dikutip dari NU Online. Ternyata, prediksi Gus Dur tidak meleset jauh. Salah satu negara yang disebutnya, yakni Prancis, memang berhasil mencapai final. Di partai puncak, Prancis harus mengakui keunggulan Italia lewat drama adu penalti, sebuah momen bersejarah yang juga dikenang karena insiden "tandukan" Zinedine Zidane kepada Marco Materazzi.
Namun, ada satu hal yang menarik dari momen Piala Dunia 2006 ini bagi Gus Dur. Kegemarannya menonton sepak bola hingga begadang sepanjang malam ternyata berdampak negatif pada kesehatannya. Gus Dur diketahui menderita paru-paru basah karena sering begadang menyaksikan pertandingan-pertandingan di Piala Dunia. Tokoh besar Nahdlatul Ulama ini bahkan sempat mendapatkan perawatan intensif di RSCM akibat penyakit tersebut. Dalam pengakuannya, Gus Dur mengatakan bahwa paru-paru basah yang dideritanya dapat mengganggu kondisi jantungnya, dan semuanya bermula dari hobi begadang menyaksikan laga-laga di Piala Dunia.
"Paru-paru basah ini dikhawatirkan mengganggu jantung saya," ujar Gus Dur kala itu.
"Gara-garanya saya sering nonton Piala Dunia," imbuh Gus Dur.
Selain diminta memprediksi siapa yang akan masuk final, pertanyaan lain yang kerap dilontarkan kepada Gus Dur adalah soal peluang Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia. Sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap kondisi sepak bola nasional, Gus Dur seringkali ditanya, "Gus, kira-kira kapan ya Indonesia bisa masuk Piala Dunia?"
Jawaban Gus Dur atas pertanyaan ini terkesan sederhana namun penuh makna. Dengan nada sedikit pesimis, ia menjawab, "Masih lama." Jawaban tersebut diucapkan dengan tegas dan tanpa ragu.
Bahkan ketika ditekan lebih jauh dengan pertanyaan, "Berapa tahun lagi, Gus, 20 tahun lagi?" Gus Dur hanya menanggapi dengan, "Ya lama sekali, pokoknya masih lama."
Namun yang menarik, Gus Dur tidak hanya berbicara soal waktu. Ketika ditanya mengapa Indonesia butuh waktu lama untuk bisa tampil di Piala Dunia, ia menambahkan alasan yang sangat relevan. "Ya gimana lagi, lha PSSI-nya kayak gitu. Gimana persepakbolaan kita mau maju. Gitu aja kok repot," ungkapnya seperti dikutip NU Online.
Kini, banyak yang mulai bertanya-tanya apakah prediksi beliau akan terbukti benar di Piala Dunia 2026. Dengan berbagai perkembangan yang terjadi dalam sepak bola Indonesia, optimisme untuk melihat Timnas Indonesia tampil di pentas dunia memang mulai tumbuh seiring tren positif skuad Garuda di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, tantangan untuk mewujudkan mimpi tersebut masih sangat besar.
Perkembangan sepak bola Indonesia beberapa tahun terakhir memang cukup menjanjikan. PSSI di bawah kepemimpinan baru telah melakukan berbagai pembenahan, baik di level organisasi maupun kompetisi. Pelatih Shin Tae-yong juga telah membawa angin segar bagi Timnas Indonesia dengan pencapaian yang positif di berbagai ajang, seperti lolos ke Piala Asia 2023 dan lolos putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Selain itu, generasi muda pemain Indonesia juga menunjukkan perkembangan pesat, dengan banyaknya talenta yang bermain di luar negeri.
Namun, di balik segala kemajuan ini, jalan untuk menuju Piala Dunia 2026 masih terjal. Persaingan di zona Asia sangat ketat, dengan tim-tim kuat seperti Jepang, Arab Saudi, dan Australia yang selalu menjadi unggulan. Indonesia harus melewati berbagai babak kualifikasi dengan performa konsisten jika ingin meraih tiket ke Piala Dunia.
Meski Gus Dur dikenal sebagai tokoh politik dan pemimpin agama yang dihormati, kecintaannya terhadap sepak bola adalah salah satu aspek yang selalu diingat oleh para penggemarnya. Bukan hanya karena kegemarannya menonton sepak bola, tetapi juga karena pemikirannya yang kritis dan tajam tentang kondisi sepak bola nasional. Gus Dur melihat sepak bola sebagai cerminan dari kondisi sosial dan politik suatu negara, dan ia selalu memberikan pandangan yang jujur tentang apa yang harus diperbaiki.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
