
Rizky Ridho tampil cemerlang di bawah asuhan Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @rizkyridhoramadhani)
JawaPos.com — Kesuksesan seorang pemain sepak bola tidak datang secara instan, dan hal ini jelas terlihat dari perjalanan karir seorang Rizky Ridho. Pemain yang kini tampil gemilang bersama Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 ternyata sudah menanamkan disiplin dan dedikasi sejak masa-masa awal karirnya di Persebaya Surabaya.
Pemain muda yang kini membela Persija Jakarta itu selalu punya kebiasaan yang konsisten: mempelajari gaya bermain lawan secara mendetail. Hal ini terbukti menjadi kunci di balik penampilannya yang impresif di lapangan, baik di level klub maupun timnas.
Maret 2020 menjadi titik balik yang penting dalam karir Rizky Ridho. Pada usia 18 tahun, ia diberikan kepercayaan oleh pelatih Persebaya Surabaya kala itu, Aji Santoso untuk melakoni debutnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1 Indonesia. Pertandingan itu bukan sembarang pertandingan; Rizky Ridho harus menghadapi salah satu tim paling tangguh di liga, Persipura Jayapura, yang dikenal dengan serangan-serangan cepat dan mematikan.
Namun, hal ini tidak membuat Rizky Ridho gentar. Dalam konferensi pers yang dihadiri Rizky Ridho sehari sebelum laga, pelatih Aji Santoso memberikan isyarat jelas bahwa pemain muda tersebut akan turun sebagai starter. Hal ini sudah menjadi kebiasaan, di mana pemain yang hadir di konferensi pers biasanya akan diturunkan sebagai pemain inti.
”Kami sudah ada kerangka tim untuk menjadi starting line up, siapa-siapa saja, termasuk salah satunya yang saya ajak konferensi pers hari ini si Rizky Ridho, akan main mulai dari menit awal,” ungkap Aji Santoso dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Rizky Ridho, meski saat itu masih berstatus pemain muda, menunjukkan sikap profesional dan penuh tekad. ”Kami sudah ada kerangka tim untuk menjadi starting line up, siapa-siapa saja, termasuk salah satunya yang saya ajak konferensi pers hari ini si Rizky Ridho, akan main mulai dari menit awal,” kata saat itu. Pernyataan ini mencerminkan mentalitas matang Rizky Ridho, yang selalu ingin tampil maksimal dan meminimalisir kesalahan di atas lapangan.
Sesuatu yang menarik dari perjalanan Rizky Ridho adalah persiapannya yang luar biasa matang sebelum laga. Pemain kelahiran Surabaya tersebut sudah terbiasa mempelajari video-video lawan, termasuk gaya bermain striker yang akan dihadapinya. Dalam laga debutnya melawan Persipura, Rizky Ridho tidak mau melewatkan detail sekecil apa pun dari pergerakan penyerang-penyerang lawan.
”Saya akan lihat kemampuan striker-nya seperti apa lewat video-video, juga melihat kelebihan-kelebihan dan kelemahan mereka,” ujarnya. Ini adalah salah satu kebiasaan yang terus dipertahankannya hingga kini.
Tidak hanya mempelajari permainan lawan, Rizky Ridho juga beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk berlatih bersama para penyerang kelas dunia yang pernah membela Persebaya Surabaya kala itu. Pemain-pemain seperti David da Silva, Patrich Wanggai, dan Mahmoud Eid menjadi sumber pelajaran berharga bagi Rizky Ridho dalam menghadapi berbagai tipe striker yang berbeda.
Pengalaman melawan tim-tim besar di Piala Gubernur Jatim 2020 menjadi ajang pembuktian Rizky Ridho. Di turnamen tersebut, ia mampu tampil solid saat menghadapi lawan-lawan berat. Di laga final melawan Persija Jakarta, Rizky Ridho sukses mematikan pergerakan striker andalan Persija, Marko Simic. Bahkan, di laga semifinal melawan Arema FC, ia juga menunjukkan ketangguhannya dalam menjaga pertahanan tim.
Kebiasaan Rizky Ridho yang selalu rajin mempelajari video dan gaya bermain striker lawan inilah yang kemudian terbawa hingga ia membela Timnas Indonesia di level internasional. Saat ini, di bawah komando pelatih Shin Tae-yong, Rizky Ridho menjadi salah satu pemain kunci di lini belakang Timnas Indonesia. Dalam dua laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Australia, performanya sangat impresif.
Dalam laga melawan Arab Saudi, Rizky Ridho tampil selama 80 menit dengan catatan statistik yang cukup solid. Ia berhasil melakukan 3 intersep dan 2 tekel, serta mencatatkan tingkat akurasi umpan sebesar 79%. Meskipun Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1, penampilan Rizky Ridho di lini belakang sangat membantu dalam menghalau serangan-serangan Arab Saudi.
Laga berikutnya melawan Australia menjadi momen penting bagi Rizky Ridho untuk semakin menunjukkan kualitasnya. Dalam pertandingan tersebut, Rizky Ridho bermain penuh selama 90 menit. Statistiknya pun mencerminkan betapa pentingnya peran Rizky Ridho di lini belakang. Ia mencatatkan 8 kali sapuan, 1 blok, dan 4 tekel sukses.
Meski Indonesia tidak mampu meraih kemenangan, performa pertahanan Rizky Ridho patut diacungi jempol, terutama dalam menghadapi tekanan dari striker-striker Australia yang terkenal agresif sehingga berhasil menjaga gawang Timnas Indonesia clean sheet sampai akhir pertandingan.
Penampilan cemerlang Rizky Ridho di laga internasional ini tentu tidak datang tiba-tiba. Kebiasaan mempelajari lawan dan meningkatkan kemampuan di setiap pertandingan sudah menjadi bagian dari rutinitasnya sejak masa-masa awal di Persebaya Surabaya. Ketekunan dan kerja keras ini akhirnya berbuah manis, menjadikannya salah satu bek muda terbaik di Indonesia saat ini.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
