
Marselino Ferdinan mulai tersisih dari starting eleven Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Dok. PSSI)
JawaPos.com — Nasib Marselino Ferdinan, mantan wonderkid Persebaya Surabaya, kini tengah berada di persimpangan yang sulit. Pemain yang dulu digadang-gadang akan menjadi bintang masa depan sepak bola Indonesia, perlahan mulai tersisih dari Timnas Indonesia di era kepelatihan Shin Tae-yong.
Ini terlihat jelas saat Timnas Indonesia menahan imbang Arab Saudi 1-1 pada matchday pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Jumat (6/9/2024).
Laga tersebut menyisakan kejutan, terutama di susunan pemain yang diturunkan oleh Shin Tae-yong. Marselino, yang sebelumnya menjadi langganan di skuad Garuda, tiba-tiba tidak muncul dalam daftar starting eleven. Padahal, namanya selalu menghiasi starting line-up dalam banyak pertandingan penting sebelumnya.
Pemain berusia 20 tahun itu harus puas berada di bangku cadangan, menyaksikan rekan-rekannya seperti Maarten Paes, Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, dan Witan Sulaeman berlaga di lapangan sejak awal pertandingan.
Keputusan Shin Tae-yong menempatkan Marselino di bangku cadangan cukup mengejutkan, mengingat sang pemain selalu tampil dominan di lini tengah Timnas Indonesia. Namun, jika melihat statistik kariernya di KMSK Deinze, klub Belgia yang dibelanya sebelum pindah ke Oxford United, Marselino memang minim menit bermain.
Dirinya hanya mencatatkan tujuh penampilan dengan satu gol. Situasi ini tentu menjadi tanda tanya besar, mengingat kualitas yang dimilikinya.
Penurunan performa Marselino di klub menjadi alasan utama mengapa Shin Tae-yong mulai ragu untuk menjadikannya sebagai pilihan utama di lini tengah Indonesia.
Kehadiran pemain-pemain seperti Thom Haye dan Ivar Jenner yang lebih konsisten dengan menit bermain yang lebih banyak di klub masing-masing tampaknya menjadi faktor yang membuat Marselino mulai terpinggirkan.
Namun, Shin Tae-yong tampaknya masih percaya pada kemampuan Marselino. Meski hanya ditempatkan di bangku cadangan, Marselino tetap diberi kesempatan bermain saat Indonesia menghadapi Arab Saudi.
Pemain yang dikenal dengan visi bermainnya yang cerdas dan kemampuan mengolah bola yang baik itu baru dimasukkan pada menit ke-59, menggantikan Thom Haye. Namun, performanya belum terlalu impresif seperti dulu, dan ia terlihat kesulitan menemukan ritme permainannya.
Minimnya waktu bermain Marselino di klub memang menjadi salah satu penyebab utama turunnya performa sang wonderkid. Setelah kontraknya dengan KMSK Deinze berakhir pada Juli 2024, dia baru menemukan klub baru, Oxford United, pada Agustus. Sayangnya, dia belum sempat turun ke lapangan dalam kompetisi resmi bersama Oxford, yang membuat kondisinya belum berada pada level terbaik.
Jarak antara pertandingan terakhirnya dengan klub dan laga Timnas Indonesia melawan Arab Saudi hampir mencapai tiga bulan, sebuah durasi yang cukup lama bagi seorang pemain profesional.
Shin Tae-yong pun tampaknya menyadari kondisi ini. Pelatih asal Korea Selatan itu memutuskan untuk menempatkan Witan Sulaeman di posisi yang biasanya ditempati oleh Marselino. Ini menunjukkan bahwa Marselino harus bekerja keras untuk merebut kembali posisinya di starting eleven Timnas Indonesia.
Marselino Ferdinan pernah menjadi pemain andalan Persebaya Surabaya sebelum memutuskan merantau ke Eropa. Di klub berjuluk Green Force tersebut, dia mencatatkan 7 gol dan 9 assist dari 41 penampilan, sebuah statistik yang impresif untuk seorang gelandang muda.
Kepiawaiannya dalam mengatur serangan dan ketenangannya di lapangan membuatnya dianggap sebagai salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki Persebaya Surabaya dan sepak bola Indonesia.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
