
Abdurrahman Wahid (Alm) atau lebih dikenal sebagai Gus Dur merupakan sosok negarawan yang memperjuangkan pluralisme. (JawaPos.com)
JawaPos.com — Ceramah sepak bola? Ini mungkin terdengar asing, tetapi pada 18 Desember 1993, Persebaya Surabaya mencatatkan momen bersejarah dalam dunia sepak bola Indonesia.
Ketika itu, klub legendaris ini tidak hanya fokus pada strategi di lapangan, tetapi juga melibatkan sentuhan rohani untuk membekali para pemainnya.
Pengajian yang diadakan di halaman Wisma Persebaya, di bawah manajer H. Agil H. Ali, menghadirkan ulama kharismatik KH Abdurrahman Wahid, atau lebih dikenal dengan Gus Dur, untuk memberikan ceramah.
Gus Dur, yang saat itu sudah dikenal luas sebagai tokoh pluralisme dan pemimpin agama yang disegani, memberikan ceramah yang jauh dari kesan formal agama.
Beliau tidak datang dengan membawa ayat-ayat suci Al-qur’an atau hadis. Sebaliknya, pengajian ini sepenuhnya didedikasikan untuk sepak bola, mencampurkan kebijaksanaan dalam konteks olahraga yang digandrungi oleh banyak orang.
Ceramah Gus Dur kala itu ditujukan kepada para pemain, pengurus, pelatih, dan suporter Persebaya Surabaya yang hadir di sana. Mereka tengah bersiap memasuki putaran kedua kompetisi Divisi Utama Perserikatan PSSI, dan Persebaya Surabaya memerlukan motivasi ekstra untuk menjaga semangat bertanding mereka.
Tidak diragukan lagi, kehadiran Gus Dur saat itu menjadi momen penting yang menggugah semangat seluruh elemen tim.
Dalam ceramahnya, Gus Dur menekankan pentingnya kesungguhan dan ketekunan sebagai kunci untuk mempertahankan prestasi. Bukan sekadar motivasi klise, pesan Gus Dur sarat makna dan relevan dalam konteks kompetisi yang tengah dihadapi Persebaya Surabaya.
Menurutnya, dalam segala hal, termasuk sepak bola, kesungguhan individu akan selalu diuji oleh kesungguhan orang lain. Dalam artian, setiap pemain dan tim harus berusaha lebih keras untuk melampaui tantangan yang diberikan oleh lawan mereka. Ini adalah pelajaran universal, yang tidak hanya berlaku di lapangan sepak bola tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kesungguhan Anda akan diuji kesungguhan orang lain. Jadi, jangan minta ke dukun ya,” ungkap Gus Dur dikutip dari koran Jawa Pos edisi 17 Desember 2015.
Pesan ini menjadi pengingat bagi para pemain Persebaya Surabaya, bahwa kesuksesan tidak bisa diraih dengan jalan pintas atau cara-cara yang tidak benar. Tidak ada tempat bagi takhayul, seperti meminta bantuan dari dukun, dalam upaya meraih prestasi di lapangan. Prestasi hanya bisa diraih melalui kerja keras, disiplin, dan fokus yang konsisten.
Gus Dur, yang juga dikenal sebagai pencinta sepak bola, membuktikan bahwa beliau tidak hanya memahami kehidupan spiritual, tetapi juga perkembangan dunia olahraga, khususnya sepak bola.
Bahkan, penguasaan Gus Dur terhadap sepak bola, baik nasional maupun internasional, membuat seluruh hadirin semakin kagum. Tanpa mengutip satu pun ayat Al-qur’an atau hadis, Gus Dur mampu memberikan ceramah yang menyentuh hati banyak orang dan relevan dalam konteks olahraga.
Pada saat itu, sepak bola Indonesia memang tengah berada di masa transisi. Kompetisi Perserikatan, yang telah lama menjadi ajang prestisius, sedang berjuang untuk meningkatkan standar dan kualitasnya.
Persebaya Surabaya, sebagai salah satu klub dengan sejarah panjang dan pendukung fanatik, tentu menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan performanya di liga.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
