Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Agustus 2024 | 20.44 WIB

Erick Thohir Blak-blakan Program Sinkronisasi Timnas Indonesia dan Liga 1 Sampai 2027

Menteri BUMN Erick Thohir. (Instagram/@erickthohir) - Image

Menteri BUMN Erick Thohir. (Instagram/@erickthohir)

JawaPos.com — Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali mengemukakan pandangannya terkait upaya penyelarasan jadwal antara Timnas Indonesia dan Liga 1 untuk tiga tahun ke depan.

Program ini menjadi langkah strategis yang digagas oleh PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) untuk menciptakan keselarasan antara kompetisi domestik dan kepentingan Timnas Indonesia.

Sejak menjabat, Erick Thohir telah menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan sepak bola Indonesia, dan kalender sinkronisasi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Seperti yang telah diketahui, PSSI dan PT LIB telah merumuskan kalender sinkronisasi yang akan menjadi acuan utama dalam menyelaraskan jadwal pertandingan Liga 1 dengan kebutuhan Timnas Indonesia.

Langkah ini diambil untuk menghindari benturan jadwal yang seringkali merugikan kedua belah pihak, baik dari sisi klub maupun timnas. Kalender ini dirancang untuk mencakup berbagai turnamen dan jadwal penting hingga 2027.

Erick Thohir, mantan presiden klub raksasa Italia, Inter Milan, menekankan bahwa kalender ini bukan hanya sekadar kesepakatan di atas kertas, tetapi harus dijadikan acuan wajib oleh semua pihak terkait.

Dalam sebuah wawancara dengan MNC Portal Indonesia di Gedung BRI, Jakarta pada Selasa (6/8/2024), Erick mengingatkan bahwa klub-klub dan pelatih harus mematuhi kesepakatan ini, terutama terkait pemanggilan pemain oleh Timnas Indonesia.

"Kesepakatan dengan liga dan seluruh klub itu ada payung aturannya. Semua klub pelatih menandatangani ketika timnas memanggil harus dilepas. Ya, tetapi kan kita hidup bertetangga, satu rumah, jadi kita buat aturan maka kalendernya sudah disepakati tiga tahun," ujar Erick dengan tegas.

Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk negosiasi ketika pemain dipanggil untuk membela tim nasional, sebuah aturan yang diharapkan bisa meminimalisir konflik antara klub dan timnas.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa ada beberapa turnamen dan ajang yang menjadi prioritas utama bagi skuad Garuda. "Untuk timnas senior kita sudah atur jadwal besarnya seperti FIFA matchday. Liga mendukung timnas H-4. Piala AFF berlangsung, liga tidak berhenti, SEA Games berhenti," paparnya.

Ini menunjukkan bahwa PSSI telah memperhitungkan setiap detail dalam menyusun kalender tersebut, termasuk memberikan waktu persiapan yang cukup bagi timnas sebelum pertandingan penting.

Selain itu, Erick juga berharap kalender sinkronisasi ini bisa memberikan keuntungan bagi klub-klub. Salah satu aspek yang disorot adalah kesempatan bagi pemain muda untuk mendapatkan jam terbang lebih.

"Lalu kalau U-17 klub sepertinya harus berterima kasih ketika pemainnya dimainkan dan melawan negara besar. U-19 juga sama. Ini satu kesatuan untuk membentuk pemain berkualitas untuk timnas dan klubnya itu sendiri," jelas Erick.

Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya menguntungkan timnas, tetapi juga klub-klub yang ingin mengembangkan talenta muda mereka.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, juga memberikan pandangannya terkait program ini. Menurut Ferry, kalender sinkronisasi ini memberikan kepastian bagi klub-klub dalam menyusun jadwal mereka. "Jadi, semuanya sudah tercapai lah proses perizinan dilakukan dengan baik ya. Itu yang diinginkan kalau selama ini tahun-tahun sebelumnya sebelum eranya apa namanya PSSI yang sekarang ini selalu ada ketidakpastian di dalam proses perizinan," ungkapnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore