Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juli 2024 | 19.11 WIB

Menelusuri Jejak Striker Tajam Timnas Indonesia yang Pernah Bawa Persebaya Surabaya Juara 1977

Potret Abdul Kadir ketika membela Persebaya Surabaya dan jadi pemain legendaris Timnas Indonesia. (X/@Mah5Utari) - Image

Potret Abdul Kadir ketika membela Persebaya Surabaya dan jadi pemain legendaris Timnas Indonesia. (X/@Mah5Utari)

JawaPos.com — Lini depan Timnas Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi sorotan. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas penyerang skuad Garuda. Hal ini mencuat terutama setelah Indonesia menekuk Filipina 2-0 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 11 Juni 2024.

Kekecewaan Shin Tae-yong terhadap lini depan Timnas Indonesia bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Timnas Indonesia juga gagal menciptakan gol saat melawan Irak. Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 2-0 untuk Indonesia tersebut, skuad Garuda sebenarnya mendapatkan beberapa peluang emas yang seharusnya berbuah gol. Namun, ketidakmampuan lini depan untuk memanfaatkan peluang tersebut menjadi catatan buruk yang harus dihadapi Shin Tae-yong dan timnya.

Mandulnya lini depan dalam dua pertandingan terakhir tersebut membuat Shin Tae-yong kecewa. "Jujur, saya tidak bisa memberi nilai baik kepada lini depan," ujar Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Ungkapan ini menunjukkan betapa pentingnya peran striker dalam membangun serangan yang efektif dan menentukan hasil pertandingan.

Berbicara mengenai striker, ternyata Timnas Indonesia pernah memiliki penyerang tajam yang mampu mencetak banyak gol. Salah satu nama yang patut dikenang adalah Abdul Kadir, yang aktif membela Indonesia dari 1967 hingga 1979.

Abdul Kadir sukses mencetak 70 gol dari 111 pertandingan bersama Indonesia, sebuah catatan yang mengesankan dan membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Indonesia.

Pemain berjuluk ‘Si Kancil’ ini membawa skuad Garuda meraih 57 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 40 kekalahan dalam periode tersebut. Catatan gemilang Abdul Kadir menempatkannya di posisi ke-22 dalam daftar pencetak gol internasional, sejajar dengan Piyapong Pue-on dari Thailand dan Stern John dari Trinidad and Tobago.

Yang lebih mengagumkan, Abdul Kadir bahkan masih lebih baik dari beberapa bomber papan atas dunia seperti Luis Suarez dan Harry Kane. Luis Suarez mencetak 69 gol dari 142 pertandingan bersama Timnas Uruguay, sedangkan Harry Kane mencetak 66 gol dari 98 pertandingan bersama Timnas Inggris.

Catatan gol Abdul Kadir juga lebih baik dari Didier Drogba (Pantai Gading) dan Edin Dzeko (Bosnia-Herzegovina), yang masing-masing mencetak 65 gol untuk negaranya.

Pemain bintang lain yang masih di bawah Abdul Kadir adalah Ronaldo dari Brasil dan Zlatan Ibrahimovic dari Swedia. Keduanya sama-sama mencetak 62 gol untuk negaranya, menunjukkan betapa luar biasanya pencapaian Abdul Kadir sebagai penyerang Timnas Indonesia.

Namun, keberadaan penyerang tajam seperti Abdul Kadir tampaknya menjadi kenangan yang semakin memudar di era modern, terutama di bawah asuhan Shin Tae-yong. Keberhasilan Abdul Kadir mencetak banyak gol tidak hanya karena kemampuannya sendiri, tetapi juga didukung oleh pola permainan tim yang efektif dalam mendukung lini depan.

Era Shin Tae-yong, meski banyak membawa perubahan positif, tampaknya masih berjuang untuk menemukan formula yang tepat untuk menciptakan striker yang mampu mencetak gol secara konsisten.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Shin Tae-yong adalah memadukan talenta lokal dengan pemain keturunan. Kehadiran pemain-pemain keturunan berkualitas memang memberikan dimensi baru dalam permainan Timnas Indonesia, tetapi hal ini juga memerlukan waktu dan kesabaran untuk menemukan kombinasi yang tepat.

Pemain-pemain lokal harus mampu beradaptasi dengan gaya permainan baru dan menunjukkan kemampuan mereka di level internasional.

Di sisi lain, perkembangan sepak bola di Indonesia juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola, klub, dan pelatih di tingkat junior.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore