Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juni 2024 | 17.59 WIB

Kesepakatan Baru PSSI dan PT LIB Bocor, Peluang Besar Persebaya dengan Tak Ada Lagi Championship Series

PELUANG BESAR: Dengan tak adanya championship series, Persebaya Surabaya bisa fokus di regular series dengan raih poin penuh secara konsisten. (Persebaya Surabaya) - Image

PELUANG BESAR: Dengan tak adanya championship series, Persebaya Surabaya bisa fokus di regular series dengan raih poin penuh secara konsisten. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Kesepakatan baru antara PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) bocor ke publik, membawa angin segar bagi Persebaya Surabaya. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus, Sekjen PSSI Yunus Nusi, dan Ketua BTN Soemardji, disusunlah kalender kompetisi Liga 1 dan Liga 2 untuk tiga tahun ke depan.

Langkah ini tak hanya menjadikan Liga Indonesia semakin profesional, tetapi juga berdampak positif bagi Timnas Indonesia dan Badan Tim Nasional (BTN).

Erick Thohir menegaskan bahwa diskusi panjang antara Liga, PSSI, BTN, dan Timnas Indonesia telah menghasilkan jaminan untuk tiga tahun ke depan bahwa tidak akan ada perubahan kalender. "Alhamdulillah setelah diskusi panjang, antara Liga, PSSI, BTN, dan Timnas Indonesia, ada jaminan untuk tiga tahun ke depan tidak akan ada perubahan kalender," ujar Erick Thohir dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (20/6).

Erick menjelaskan bahwa slot untuk liga dan slot untuk Timnas Indonesia sudah jelas, sehingga beberapa pertandingan penting timnas, seperti kualifikasi Piala Dunia babak ketiga, akan aman.

Keputusan ini juga disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus. Dalam jumpa pers tersebut, Ferry Paulus menyatakan bahwa ini adalah langkah besar untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas sepak bola Indonesia. Erick Thohir juga meminta PT LIB untuk memperbaiki kualitas klub dengan menerapkan persyaratan lisensi klub yang ketat, sehingga ada kepastian dan hukuman yang jelas bagi klub yang tidak memenuhi persyaratan.

Erick Thohir menegaskan pentingnya penegakan aturan dalam kompetisi sepak bola nasional. "Liga perlu mengambil langkah-langkah tegas untuk memastikan integritas dan profesionalisme dalam industri ini," tegas Erick Thohir.

PSSI telah menetapkan bahwa klub yang tidak lolos proses licensing tahun ini akan didenda secara administratif, dan pada musim berikutnya, sanksi akan ditambah dengan pengurangan poin jika masih ada klub bermasalah. Pencabutan lisensi atau sanksi administratif ini diharapkan dapat memberikan sinyal kuat kepada klub-klub untuk mematuhi pedoman dan standar yang telah ditetapkan.

Dengan langkah-langkah ini, Erick Thohir berharap dapat meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia. "Dengan menegakkan peraturan dengan tegas, diharapkan akan mendorong klub-klub untuk lebih profesional dalam pengelolaan dan operasional mereka, serta memberikan nilai yang lebih tinggi bagi pertandingan-pertandingan di Indonesia," ujar Erick Thohir.

PSSI mengajak seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia, baik klub, pemain, pelatih, maupun suporter, untuk bersama-sama mendukung langkah-langkah ini demi meraih perkembangan positif dalam dunia sepak bola Tanah Air.

Setelah berhasil memperbaiki Timnas Indonesia, yang penampilannya semakin baik dan prestasinya terus meningkat, kini Erick Thohir bertekad melakukan transformasi dalam liga sepak bola Indonesia.

Salah satu langkah yang diambil adalah memerangi pelaku pengaturan pertandingan atau match fixing agar sepak bola Indonesia lebih baik. Dugaan match fixing di Liga Sepak bola Indonesia dari Liga 1 hingga Liga 2 memang sudah lama terdengar. Bahkan, ada beberapa kasus yang sudah mendapatkan hukuman.

"Hukuman match fixing harus keras untuk memastikan penegakan hukum terhadap isu ini. Kapolri sudah memberikan hak-haknya kepada KONI untuk jadi bagian dari tim satgas untuk memastikan agar tidak ada hal-hal seperti ini," ujar Erick Thohir.

Erick juga menambahkan bahwa PT LIB dalam aturan liga menetapkan bahwa semua pelatih klub yang bertugas tidak boleh terjebak match fixing dan juga dari bagian kontraknya harus melepas pemainnya jika diminta timnas.

Langkah lain yang diambil adalah sertifikasi agen pemain, untuk memastikan mereka tidak terlibat dalam jual beli skor atau pengaturan cedera pemain. "Agen yang main match fixing harus dipenjara. Jangan sampai kita sudah menyusun agenda tiga tahun, komitmen lisensi klub, dan wasit sudah bagus, masih ada yang melakukan match fixing," tegas Erick Thohir.

Rekap kesepakatan baru PSSI dan PT LIB untuk Liga 1 Indonesia 2024/2025 yang dikutip dari Instagram Transfermarkt Indonesia mencakup beberapa poin penting. Pertama, tidak ada lagi turnamen pramusim. Kedua, jadwal Liga 1 akan berhenti jika bentrok dengan jadwal timnas, sebagai bentuk sinkronisasi. Ketiga, kick-off Liga 1 dimulai pada 9 Agustus 2024. Dan, yang paling menarik, format kompetisi kembali ke musim Liga 1 2022/2023, tanpa championship series.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore