
HILANG: Magis Teco seakan hilang ketika Bali United bermain di Championship Series Liga 1 setelah kalah dari Madura United dan Borneo FC. (Instagram Stefano Cugurra)
JawaPos.com — Pertandingan panas Championship Series Liga 1 kembali memberikan kejutan besar. Kali ini, Bali United harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 4-2 pada laga leg kedua yang berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, Kamis (30/5/2024).
Hasil ini sekaligus menegaskan hilangnya magis Stefano Cugurra alias Teco, pelatih Bali United, yang selama ini dikenal dengan taktik jitu dan keberhasilan membawa timnya meraih kemenangan.
Pada leg pertama di Gianyar, Bali United dan Borneo FC bermain imbang 0-0, menciptakan tensi tinggi menjelang leg kedua. Harapan Bali United untuk menguasai pertandingan di leg kedua pupus saat Borneo FC tampil lebih dominan sejak awal laga.
Gol cepat Wiljan Pluim di menit ketiga membuka keunggulan Borneo FC. Felipe Cadenazzi menggandakan keunggulan hanya lima menit berselang, membuat Bali United tertekan dengan skor 2-0 saat pertandingan baru berjalan delapan menit.
Keunggulan Borneo FC tidak berhenti di situ. Pada menit ke-22, Pluim kembali mencetak gol, membawa timnya unggul 3-0 dan semakin menjauh dari kejaran Bali United. Meski tertinggal tiga gol, Bali United tidak menyerah begitu saja. Elias Dolah berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 di menit ke-22, memberi harapan bagi tim dan para pendukungnya.
Namun, drama terjadi pada menit ke-24 saat Ricky Fajrin terjatuh dalam kotak penalti setelah berduel dengan Nadeo Argawinata. Pemain Bali United meminta penalti, tetapi setelah pengecekan VAR, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Keputusan ini menjadi salah satu momen kontroversial yang menyulut emosi para pemain dan pendukung Bali United.
Bali United terus berusaha mengejar ketertinggalan dan akhirnya mendapatkan gol kedua melalui Irfan Jaya pada menit ke-39. Irfan Jaya sukses memanfaatkan bola di depan gawang, mengubah skor menjadi 2-3. Meski begitu, skor tersebut bertahan hingga jeda babak pertama.
Memasuki babak kedua, pertandingan tetap berjalan sengit. Kedua tim saling berusaha mencetak gol tambahan. Bali United mencoba mengancam melalui I Made Andhika dan Irfan Jaya, sementara Borneo FC tidak tinggal diam dengan mengandalkan Kei Hirose, Stefano Lilipaly, dan Felipe Cadenazzi.
Cadenazzi nyaris menambah keunggulan Borneo FC ketika sundulannya membentur tiang gawang Bali United. Namun, usahanya baru membuahkan hasil pada menit ke-70 saat dia mencetak gol keempat bagi Borneo FC. Gol ini tercipta berkat umpan matang dari Terens Puhiri yang disambar Cadenazzi di depan gawang, membuat Adilson Maringa tidak mampu menahan bola.
Dengan skor 4-2, Bali United semakin tertekan dan tidak mampu menambah gol hingga akhir pertandingan. Kekalahan ini memastikan Borneo FC mengamankan posisi ketiga di Championship Series Liga 1, sementara Bali United harus puas berada di peringkat keempat.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi Teco dan anak asuhnya. Stefano Cugurra, yang akrab disapa Teco, dikenal sebagai pelatih berpengalaman dengan rekam jejak sukses di Liga 1. Namun, pertandingan ini menunjukkan bahwa magis Teco tampaknya mulai memudar. Padahal, Teco telah membawa Bali United meraih berbagai kesuksesan, termasuk gelar juara Liga 1 di musim sebelumnya.
Pemain Bali United terlihat kecewa dengan hasil ini, terutama karena mereka sempat memiliki harapan untuk membalikkan keadaan. Teco juga dihadapkan pada tugas berat untuk mengevaluasi performa timnya dan mencari solusi agar Bali United bisa bangkit kembali di kompetisi mendatang.
Susunan pemain yang diturunkan pada laga ini juga mencerminkan upaya maksimal dari kedua tim. Borneo FC menurunkan Nadeo Argawinata di bawah mistar gawang, dengan lini pertahanan yang solid terdiri dari Leo Guntara, Silverio, Alfharezzi Buffon, dan Fajar Fathurrahman. Lini tengah diisi oleh Adam Alis, Wiljan Pluim, dan Kei Hirose, sementara lini depan diperkuat Stefano Lilipaly, Felipe Cadenazzi, dan Terens Puhiri.
Di sisi lain, Bali United menurunkan Adilson Maringa sebagai penjaga gawang, didukung oleh Ricky Fajrin, Jajang Mulyana, Elias Dolah, dan Made Andhika di lini belakang. Lini tengah diisi oleh Mohammed Rashid, Luthfi Kamal, dan I Made Tito, sementara serangan dipercayakan kepada Irfan Jaya, Privat Mbarga, dan Yabes Roni.
Pertandingan ini juga menjadi bukti bahwa Borneo FC, dengan pemain-pemain kunci seperti Wiljan Pluim dan Felipe Cadenazzi, mampu tampil dominan dan efektif di lapangan. Keberhasilan Borneo FC merebut posisi ketiga di Championship Series Liga 1 merupakan pencapaian besar dan menunjukkan potensi besar tim ini di masa depan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
