NOSTALGIA: Kurniawan Dwi Yulianto ketika berfoto dengan Uston Nawawi di Mess Karanggayam Persebaya Surabaya pada 28 Agustus 2014.
JawaPos.com — Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan uji coba melawan Timnas Tanzania menjelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Laga ini menjadi momen penting bagi skuad Garuda untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi Irak dan Filipina dalam dua laga krusial di fase kedua kualifikasi.
Pertandingan uji coba ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Madya, Senayan, pada Minggu (2/6). Bagi pelatih Shin Tae-yong, laga ini sangat krusial untuk mengecek kondisi pemainnya, terutama setelah kompetisi di Eropa dan BRI Liga 1 memasuki masa libur.
"Pasti performa pertandingan menurun, memang pas juga pikiran saya dan pikiran PSSI jadi akhirnya kita ambil match lawan Tanzania. Di luar hasil menang kalah, tujuannya hanya untuk cek kondisi para pemain seperti apa," jelas Shin Tae-yong.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama bagi Timnas Indonesia berhadapan dengan Tanzania dalam pertandingan internasional. Menengok kembali sejarah pertemuan keduanya, ada satu momen yang sangat manis bagi skuad Garuda.
Laga tersebut terjadi pada 14 September 1997 di Stadion Siliwangi, Bandung. Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Tanzania dengan skor telak 3-1.
Sejak babak pertama, Timnas Indonesia langsung menunjukkan dominasi permainan. Gol pembuka dicetak oleh Fakhri Husaini pada menit ke-22, membuat Indonesia unggul lebih dulu.
Namun, Tanzania tidak tinggal diam dan berhasil menyamakan kedudukan hanya berselang satu menit kemudian melalui gol Edibilly Lunyamila. Meski sempat terkejut, Timnas Indonesia tidak butuh waktu lama untuk kembali memimpin.
Kurniawan Dwi Yulianto, striker andalan yang dikenal dengan julukan "Si Kurus", mencetak gol pada menit ke-28, mengembalikan keunggulan Indonesia. Pada babak kedua, Kurniawan kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kedua pada menit ke-83, memastikan kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 3-1.
Kemenangan ini menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menjelang SEA Games 1997 di Jakarta. Selain Tanzania, Indonesia juga menjalani laga persahabatan melawan Selandia Baru dan berhasil menang dengan skor 5-0.
Setelah hampir tiga dekade, kedua tim kembali bertemu dalam laga persahabatan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertemuan ini diharapkan bisa memberikan hasil positif dan menjadi momentum yang baik bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Menjelang dua laga krusial melawan Irak dan Filipina, Timnas Indonesia telah mengumumkan 22 pemain yang akan dipanggil untuk menghadapi dua laga terakhir Grup F. Laga melawan Irak dijadwalkan pada 6 Juni 2024, sementara laga melawan Filipina akan digelar pada 11 Juni 2024.
Dengan persiapan matang, harapan besar tertumpu pada skuad Garuda untuk bisa melaju ke fase ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Peluang Timnas Indonesia cukup terbuka karena mereka hanya membutuhkan satu kemenangan dari dua laga ini untuk memastikan langkah ke putaran berikutnya.
Selain itu, lolos ke fase ketiga juga berarti Indonesia otomatis mendapatkan tiket ke Piala Asia 2027, sebuah prestasi yang sangat diidamkan oleh seluruh pecinta sepak bola tanah air. Laga uji coba melawan Tanzania ini menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan tim sebelum menghadapi dua laga penentu tersebut.
Shin Tae-yong tentu berharap performa terbaik dari anak asuhnya agar bisa menjaga momentum positif dan membangun kepercayaan diri menjelang pertandingan yang sebenarnya. Kurniawan Dwi Yulianto, yang menjadi bintang dalam pertemuan pertama melawan Tanzania, memberikan kenangan manis yang terus diingat oleh para pendukung Timnas Indonesia.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
