
SEJARAH: Madura United pada 2016 saat berlaga di ISC A (@maduraunited)
JawaPos.com – Lolosnya Madura United ke babak final Championship Series Liga 1 2023/2024 membuat perhatian tertuju pada tim asal Pulau Garam tersebut. Bagaimana tidak, dengan kondisi tim pasca ditinggal pelatih kepala, Laskar Sape Kerab mampu menaklukkan juara Reguler Series, Borneo FC.
Keberhasilan ini tentunya bukan hasil simsalabim, karena mereka membutuhkan etos kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah hingga memastikan langkah ke final Championship Series musim ini.
Karena itu, menilik sejarah Madura United, maka tim kebanggaan warga Jawa Timur, khususnya Madura ini resmi berdiri pada 2016. Mereka eksis di sepak bola Indonesia setelah mengakuisisi Pelita Bandung Raya. Transformasi ini tidak hanya membawa perubahan nama, tetapi juga membawa harapan baru bagi sepak bola Madura.
Sebelum itu, publik Madura memiliki wakil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, yakni Persepam Madura. Klub tersebut berkandang di Kabupaten Pamekasan. Sayangnya, setelah terdegradasi, tim tersebut akhirnya tergantikan seiring hadirnya Madura United.
Berikut ini adalah kilas balik mengenai kabar para pemain Madura United di tahun pertama mereka, berdasarkan data dari Transfermarkt.
Skuad dan Performa Awal
Madura United memulai debutnya di Liga 1 Indonesia dengan skuad yang beragam. Beberapa pemain kunci yang bergabung dengan tim di tahun tersebut termasuk:
1. Fabiano Beltrame, seorang bek tengah yang memiliki peran vital dalam lini pertahanan.
2. Rodrigo Ost Dos Santos, gelandang serang asal Brasil yang berkontribusi signifikan dalam permainan ofensif tim.
3. Patrich Wanggai, penyerang yang dikenal dengan kemampuan mencetak golnya.
Pemain lokal seperti Slamet Nurcahyono, yang berposisi sebagai gelandang serang, juga memberikan kontribusi besar. Pengalaman dan keahlian Slamet di lini tengah membantu Madura United tampil kompetitif di liga.
Strategi Transfer
Madura United aktif di bursa transfer untuk memperkuat tim. Mereka berhasil mendatangkan beberapa pemain asing dengan kualitas tinggi yang langsung memberikan dampak positif.
Selain itu, mereka juga merekrut pemain-pemain muda berbakat dari kompetisi domestik, menunjukkan komitmen mereka untuk membangun tim yang kuat dan kompetitif.
Perkembangan Klub

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
