Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 April 2024 | 00.18 WIB

Kenangan Wahyu Hidayat, Perjuangan Legenda Persija Jakarta dalam Meraih Juara 1979 Sebagai Kuda Hitam

LEGENDA PERSIJA: Kenangan Wahyu Hidayat, terutama dalam perjuangan legenda Persija Jakarta dalam meraih juara pada 1979. (Persija Jakarta) - Image

LEGENDA PERSIJA: Kenangan Wahyu Hidayat, terutama dalam perjuangan legenda Persija Jakarta dalam meraih juara pada 1979. (Persija Jakarta)

JawaPos.com — Wahyu Hidayat, legenda Persija Jakarta, masih mengingat dengan jelas momen ketika skuad Macan Kemayoran meraih gelar juara pada 1979.

Pada 20 Januari 1979, Persija Jakarta menaklukkan PSMS Medan dengan skor tipis 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Andi Lala. Gelar juara ini menjadi yang kesembilan bagi Persija Jakarta, sebuah pencapaian gemilang yang masih dikenang hingga saat ini.

Pada waktu itu, Persija Jakarta menghadapi laga penentuan melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Meskipun Persija Jakarta memiliki modal yang kurang baik menjelang pertandingan tersebut, dengan hanya meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dari tujuh pertandingan sebelumnya, para pemain tidak patah semangat.

Menurut Wahyu Hidayat, kondisi yang tidak menguntungkan itu tidak mengurangi tekad dan motivasi para pemain Persija Jakarta meraih kemenangan. Mereka memasuki lapangan dengan semangat yang berlipat ganda, bertekad untuk mencapai gelar juara.

"Saat itu semangat para pemain berlipat ganda. Saat menginjak rumput GBK dan melihat banyaknya penonton, kami menekankan diri harus menang. Saya ingat betul momen itu," ungkap Wahyu Hidayat dikutip dari laman resmi Persija Jakarta.

Semangat juang para pemain Persija Jakarta terbukti di lapangan. Meskipun mengalami kesulitan di babak pertama, mereka tetap bertekad dan tidak menyerah. Gol tunggal yang dicetak oleh Andi Lala pada pertengahan babak kedua membawa kemenangan bagi Persija Jakarta.

Gol tersebut tidak hanya menjadi penentu kemenangan, tetapi juga menjadi penegas semangat juang dan kebulatan tekad para pemain Persija Jakarta untuk mencapai kemenangan. Di bawah asuhan Pelatih Marek Janota, Persija Jakarta berhasil meraih gelar juara yang begitu mereka dambakan.

"Saat sudah memakai jersey Persija, semangat pemain bertambah. Kami tidak mau kalah. Apalagi, saat itu banyak pemain yang asli dari Jakarta atau pun binaan Persija," tambah Wahyu Hidayat.

Kenangan ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Persija Jakarta, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara para pemain dan klub. Semangat juang dan tekad yang ditunjukkan oleh Wahyu Hidayat dan rekan-rekannya menjadi inspirasi bagi generasi penerus Persija Jakarta untuk terus berjuang dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Dengan kenangan yang tak terlupakan ini, Persija Jakarta terus memperkuat identitasnya sebagai salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore