Jairon Feliciano Damasio saat membela Persebaya (kiri) dan kini. Setelah pensiun dari pemain sepak bola, dia menjadi agen pemain.
Persebaya Surabaya punya catatan manis dengan penyerang asal Brasil. Selain Jacksen F. Tiago, ada juga nama Jairon Feliciano. Apa hebatnya dia dan apa aktivitasnya sekarang?
Sidiq Prasetyo, Surabaya
BAGI Jairon Feliciano, Kota Surabaya tak pernah hilang dalam ingatan. Di Kota Pahlawan, julukan Kota Surabaya, dia mendapat tempat tersendiri. Di musim 2008-2009, sebagai pesepak bola profesional, Jairon membela Persebaya Surabaya dan menjadi pujaan warga dan pendukung Green Force, julukan Persebaya.
‘’Kota yang sangat berkesan. April ini, saya akan ke sana untuk mengobati kerinduan,’’ kata Jairon melalui media sosial.
Diakuinya, sebelumnya, dia sama sekali tidak mengenal Kota Surabaya dan Persebaya. Bahkan, sebelumnya, Jairon diagendakan membela Persib Bandung.
Jairon didatangkan ke Indonesia dengan status mentereng. Lelaki kelahiran 21 April 1981 itu mencetak 9 gol dari 20 penampilan di Liga Macedonia bersama Agrotikos Asteras.
‘’Oleh agen saya dialihkan ke Persebaya dan pelatih ketika itu (Fredy Mulli) tertarik,’’ jelas Jairon dalam Bahasa Inggris.
Salah satu yang membuat pelatih senior itu kepincut adalah ketajaman Jairon. Sebelum kompetisi di mulai, Jairon mencetak 21 gol dalam 11 kali pertandingan.
Dia pun menjawabnya dengan baik. Dari data di wikipedia disebutkan bahwa Jairon mencetak 21 gol dalam 30 pertandingan di kompetisi. Sayang, di musim berikutnya, nama Jairon sudah tidak ada lagi.
‘’Pihak manajemen Persebaya tidak ada satu pun yang mengajak bicara tentang perpanjangan kontrak. Padahal, saya sudah menekan harga kontrak untuk bisa bertahan di Persebaya,’’ ungkap lelaki yang mempunyai nama lengkap Jairon Feliciano Damasio itu.
Hingga akhirnya perwakilan Persema Malang yang datang kepadanya dengan membawa tawaran kontrak yang lebih bagus. Di saat itu, sebenarnya Jairon berharap pihak manajemen Persebaya yang melakukan.
‘’Sedih sekali harus meninggalkan Persebaya dan pendukungnya yang sangat fanatik. Meski semusim, saya menganggap Persebaya sebagai tim besar,’’ lanjut Jairon.
Setelah dari Persema selama semusim, Jairon sempat membela Perseman Manokwari (2010-2011) dan Persibo Bojonegoro (2012) dan membawa Laskar Angling Dharma, julukan Persibo, juara Piala Indonesia.
Ternyata, Persibo menjadi klub terakhirnya di Indonesia. 2013-2015, Jairon membela Al Nasr di Liga Oman dan mengakhiri karirnya di sana.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
