
Muhamad Harryanto, pemilik apparel Allegiant. (Istimewa)
JawaPos.com – Menjadi seorang kolektor jersey tentu membuat seseorang akan lebih akrab dengan apparel, sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan jersey dan alat-alat olahraga.
Nama Muhamad Harryanto tentu cukup populer di kalangan pencinta atau komunitas jersey, seperti Surabaya Jersey Community dan Komunitas Jersey Lamongan.
Berkat berkecimpung di dunia jersey, pria yang akrab disapa Harry tersebut membuktikannya dengan sukses mendirikan apparel sendiri. Apparel tersebut dia beri nama Allegiant, yang menjadi langkah maju dalam industri pembuatan jersey lokal.
Kisah Awal Mula di Dunia Jersey
Lahir di Desa Centini, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Harry telah lama tertarik dengan dunia sepak bola. Hobi mengoleksi jersey dari berbagai klub sepak bola telah menjadi bagian dari identitasnya sejak masa remaja.
“Dulu awalnya saya suka sama Milan, kebetulan waktu itu jerseynya bagus. Jadi tertarik buat belajar tentang jersey, ternyata asik juga,” kenang Harry kepada JawaPos, Jumat (5/4).
Alumni Universitas Negeri Surabaya tersebut menunjukkan kecintaannya dengan cara bergabung dengan Surabaya Jersey Community, yang merupakan komunitas jersey terbesar di Jawa Timur dan salah satu yang paling besar di Indonesia.
“Waktu kuliah di UNESA, saya ketemu temen-temen SJC (Surabaya Jersey Community), di sana saya banyak belajar tentang jersey. Bahan-bahannya, teknologinya, atau tren-tren di jersey,” ceritanya.
Dia mulai menggali pengetahuan tentang pembuatan jersey, teknologi terbaru, dan tren dalam industri ini. Semakin dalam dia menyelami dunia ini, semakin kuat pula keinginannya untuk terlibat secara aktif.
Perjalanan Mendirikan Apparel Sendiri
Setelah menyelesaikan studinya di Surabaya, Harry sempat enggan untuk pulang kampung. Dia bertekad untuk tetap tinggal di Kota Pahlawan. Sebab, kala itu dia telah mendapat pekerjaan yang sesuai minat dan bakatnya.
Kala itu, Muhamad Harryanto menjadi asisten pelatih Timnas Asian Games bola tangan pada 2018 dan juga pelatih kontingen Jawa Timur pada pra PON bola tangan 2019. Profesi yang membuatnya harus mengesampingkan dunia jersey sementara waktu.
“Waktu itu jadi pelatih timnas bola tangan, main di Asian Games 2018. Abis itu di pra PON 2019, otomatis fokusnya di situ dulu, jerseynya ditinggal bentar,” katanya.
Namun, kebersamaan antara Harry dan dunia bola tangan harus berhenti, setelah mengalami beberapa hal. Atas dasar itu, pria satu anak ini memutuskan untuk pulang kampung ke Lamongan dan mulai kembali ke dunia kesukaannya, jersey.
“Tahun 2020 awal, pas covid, itu udah gak di bola tangan. Sempet gak ada penghasilan juga selama empat bulan. Jadi, saya putuskan buat pulang ke Lamongan,” lanjutnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
