
Eri Irianto meninggal saat membela Persebaya Surabaya melawan PSIM Jogjakarta.
JawaPos.com - Pada 3 April 2000, Persebaya Surabaya dan Bonek Mania harus merasakan kesedihan mendalam. Salah satu gelandang andalan Persebaya, Eri Irianto, meninggal dunia saat pertandingan Green Force menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari.
Eri sedang berada di puncak karirnya sebagai pemain profesional. Meski masih berusia 26 tahun, dia telah menjadi andalan bagi tim sebesar Persebaya.
Hari ini, tepat 24 tahun mendiang Eri Irianto meninggal. Eri menjadi korban tragis dari benturan antarpemain yang sering terjadi dalam pertandingan sepak bola.
Pertandingan berjalan seperti biasa hingga terjadi benturan antara Eri dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga. Eri memberikan isyarat untuk ditarik keluar, dan Nova Arianto sebagai penggantinya.
Pemain yang belum lama melaksanakan pernikahannya tersebut sempat dirawat di bench pemain, sebelum kemudian dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.
Setelah menjalani berbagai perawatan, Eri meninggal dunia di Rumah Sakit. Tidak seorang pun yang menyangka bahwa benturan tersebut akan berakhir secara tragis. Sebagai penghormatan, Persebaya Surabaya memensiunkan nomor punggung 19 milik Eri Irianto, juga mengabadikan sang pemain sebagai nama mes pemain.
Mantan asisten pelatih dan karteker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, pernah memberikan komentarnya di waktu yang berbeda. Pada laga tersebut, mereka berdua tampil dalam satu lapangan.
"Karena semua kan ngiranya itu benturan biasa, begitu kan. Itu kejadiannya di babak pertama, memang saat itu cuacanya sedang terik, panas," ujar Uston.
Kejadian serupa juga dialami oleh kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, pada 15 Oktober 2017 silam. Kala itu, sang pemain mengalami benturan dengan pemain asing asal Brasil, Ramon Rodriguez, di Stadion Surajaya saat menghadapi Semen Padang.
Choirul Huda sendiri wafat setelah dilarikan ke RSUD Dr. Soegiri Lamongan pada 15 Oktober 2017, dan nomor punggung 1 resmi dipensiunkan oleh Persela Lamongan.
Sepanjang karirnya Eri pernah membela beberapa klub Jawa Timur, seperti Persegres dan Petrokimia Putra, sebelum ke Malaysia bersama Kuala Lumpur FA. Kemudian sepulang dari Negeri Jiran, sang pemain memutuskan untuk bergabung dengan Green Force.
Dengan kepiawaiannya, Eri pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia pada 1995 hingga 1997, dengan catatan 10 penampilan dan menghasilkan 3 gol untuk Skuad Garuda.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
