
TIKET: Persebaya Surabaya mengajak Bonek datang di laga Persebaya Surabaya vs Dewa United untuk merayakan kemenangan Green Force di Derbi Jatim. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Suasana pertandingan sepak bola selalu membawa aura yang khas, terutama ketika tim-tim besar bersaing dalam sebuah laga yang dinantikan oleh para pencinta sepak bola.
Namun, belakangan ini, bukan hanya jalannya pertandingan yang menjadi perbincangan, melainkan juga harga tiket yang semakin melonjak tinggi, terutama bagi suporter fanatik Persebaya Surabaya, yang dikenal dengan sebutan Bonek.
Dibandingkan dengan tim-tim Liga 1 lainnya yang berasal dari Jawa Timur, harga tiket Persebaya Surabaya terlihat jauh lebih tinggi. Dan, di balik kenaikan tersebut, terdapat alasan yang cukup kuat yang perlu dipahami dengan baik.
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), yang menjadi sarang bagi Persebaya Surabaya, menjadi saksi bisu dari perubahan dramatis ini. Kenaikan harga tiket ini tidaklah terjadi begitu saja, melainkan memiliki akar yang cukup dalam, terutama terkait dengan kenaikan tarif sewa GBT yang signifikan.
Saat ini, Persebaya Surabaya menghadapi dilema besar. Di satu sisi, mereka harus menghadapi lonjakan harga sewa GBT yang mencapai 15 kali lipat dari tarif sebelumnya, menjadi Rp 444 juta per hari. Di sisi lain, mereka juga harus mempertimbangkan kebutuhan para suporter setia, Bonek, yang menjadi tulang punggung tim.
Manajemen Persebaya Surabaya dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Pertama, mereka dapat mencari stadion alternatif di luar GBT, seperti Stadion Gelora Delta di Sidoarjo.
Namun, hal ini juga memiliki konsekuensi tersendiri, terutama terkait dengan basis suporter yang tetap loyal kepada tim, meskipun stadion berada di luar kota.
Pilihan kedua adalah tetap bertahan di GBT, namun dengan mengenakan harga tiket yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas kenaikan tarif sewa stadion.
Peningkatan harga tiket ini telah menimbulkan keprihatinan bagi Bonek. Bagi mereka, menjadi suporter bukanlah sekadar masalah mendukung tim, melainkan juga bagian dari identitas dan kebanggaan.
Namun, dengan harga tiket yang semakin tinggi, akses untuk menonton pertandingan menjadi semakin sulit, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Laga besar antara Persebaya Surabaya dan Dewa United, yang akan digelar pada 1 April 2024 pukul 20.30 WIB, telah memicu pertanyaan besar. Harga tiket yang telah dijual, dengan kategori FANS sebesar Rp 100.000 dan SUPER FANS sebesar Rp 250.000, menjadi pertimbangan bagi Bonek. Apakah mereka akan tetap memenuhi stadion atau lebih memilih menonton di warkop terdekat dengan biaya yang lebih terjangkau?
Pertanyaan ini menjadi sorotan utama, karena keputusan Bonek akan memiliki dampak yang signifikan, baik bagi atmosfer stadion maupun bagi pendapatan klub. Bagi Bonek, mendukung tim di stadion adalah sebuah kebanggaan dan pengalaman yang tak tergantikan.
Namun, dengan harga tiket yang relatif tinggi, mereka harus mempertimbangkan dengan matang untuk tetap memenuhi stadion atau mencari alternatif lainnya.
Dalam kondisi ini, manajemen Persebaya Surabaya juga terus berupaya untuk mencari solusi terbaik. Mereka telah mengajukan tawaran kepada pihak berwenang, termasuk Pemerintah Kota Surabaya, untuk membahas ulang tarif sewa GBT. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan final yang diambil.
Rekor Penonton di laga kandang Persebaya Surabaya berdasarkan data Transfermarkt:

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
