Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Maret 2024 | 18.59 WIB

Mengenang Kisah Semen Padang Ketika Menghadapi Away Terpanjang, Termahal, dan Paling Melelahkan di Liga Indonesia

KISAH PERJALANAN: Semen Padang pernah merasakan away terjauh di Liga Indonesia ketika musim Liga 1 2017, fenomena ini menyimpan banyak memori kala itu. (JawaPos.com) - Image

KISAH PERJALANAN: Semen Padang pernah merasakan away terjauh di Liga Indonesia ketika musim Liga 1 2017, fenomena ini menyimpan banyak memori kala itu. (JawaPos.com)

JawaPos.com — Saat membicarakan perjalanan jauh dalam dunia sepak bola, pikiran mungkin langsung tertuju pada klub-klub besar di Liga Premier Inggris yang berkelana dengan kenyamanan dan fasilitas mewah.

Namun, dalam liga yang berbeda, ada kisah yang tak kalah menarik, bahkan lebih melelahkan dan mahal. Itulah yang dialami oleh Semen Padang, sebuah klub asal Padang, Sumatera Barat, Indonesia.

Pada 16 Juli 2017, Jawa Pos membagikan pengalaman unik yang dialami Semen Padang ketika mereka melakukan perjalanan away yang sangat panjang menuju kandang Perseru Serui. Perjalanan ini bukan hanya jauh, tetapi juga mahal dan melelahkan.

Semen Padang harus menempuh perjalanan hampir 20 jam untuk mencapai kandang Perseru Serui. Perjalanan ini melibatkan tiga transit dan berbagai tantangan di darat yang berbahaya. Dalam satu lawatan ke kandang Perseru Serui, Semen Padang menyamai perjalanan yang dilakukan oleh klub-klub besar Liga Premier selama satu musim penuh. Namun, hal ini bukan terkait dengan prestasi di lapangan, melainkan total durasi yang dibutuhkan untuk melakukan lawatan tersebut.

Klub-klub Liga Premier hanya membutuhkan waktu tempuh rata-rata sekitar satu jam untuk setiap lawatan ke kandang lawan. Dalam semusim melawan 19 tim, total waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 19 jam. Namun, Semen Padang harus menghabiskan waktu 19 jam dan 5 menit serta biaya sekitar Rp 250 juta untuk mencapai Serui yang berada di ujung timur Indonesia.

Jawa Pos turut mengikuti perjalanan away yang sangat melelahkan ini, dimulai dari Padang pada 14 Juli dan tiba di Serui sehari kemudian. Total jarak yang ditempuh mencapai 5.497 kilometer. Perjalanan ini melibatkan tiga transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Bandara Internasional Frans Kaisiepo (Biak).

“Bayangkan saja, setelah lawan Perseru kami harus pulang ke Padang untuk menjamu Arema FC 4 hari berikutnya pada 21 Juli 2017. Bagaimana lelahnya pemain kami," kata Manajer Semen Padang kala itu, Win Bernadino, dikutip dari Jawa Pos koran edisi 16 Juli 2017.

"Kalau kami berangkat bareng orang ke Makkah, lebih sampai mereka duluan di sana daripada kami ke Serui," tutur Jandia Eka Putra, kiper Semen Padang kala itu.

Kendati hanya satu lawatan, perjalanan Semen Padang ke kandang Perseru Serui terasa sangat melelahkan bagi pemain dan staf tim. Para pemain kehilangan cara untuk membunuh rasa bosan selama menunggu pesawat di bandara, namun manajemen tim memberikan uang saku untuk menghibur mereka. Tidak hanya itu, perjalanan udara yang panjang juga membuat beberapa pemain tertidur di bandara.

Perjalanan ke Bandara Frans Kaiseipo, Biak, menjadi salah satu momen paling menakutkan bagi para pemain. Perjalanan darat setelah tiba di Bandara Serui juga tidak kalah menantang dengan jalanan berkelok-kelok dan tidak mulus.

"Ini gila, kami terbang jauh masih harus mempertaruhkan nyawa seperti ini," tutur Didier Zokora, gelandang Semen Padang yang pernah membela Tottenham Hotspur kala itu.

Akhirnya, setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, Semen Padang tiba di tujuan pada 08.09 WIT dan langsung bergegas untuk beristirahat sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. Keseluruhan pengalaman ini memberikan gambaran tentang betapa beratnya perjalanan away yang harus dilalui oleh klub sepak bola di Indonesia, terutama bagi tim-tim yang berbasis di wilayah yang terpencil.

"Kami harus istirahat, nanti sore (kemarin sore) latihan," kata Nil Maizar, sang pelatih Semen Padang kala itu, dengan mata masih mengantuk.

Dengan pengalaman ini, Semen Padang dan klub-klub lainnya di Indonesia menunjukkan dedikasi dan komitmen mereka dalam menjalani kompetisi sepak bola di negeri ini. Meskipun menghadapi tantangan yang besar, semangat juang tidak pernah pudar.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore