
Imam Faisal pada musim 2022/2023 menjadi asisten di klub Liga 2 PSDS.
Sangat jarang Persebaya Surabaya diisi oleh pemain dari Sumatera Utara. Tapi ada memori manis dari putra Jawa kelahiran Sumatera (Pujakesuma), dia adalah Imam Faisal.
Sidiq Prasetyo, Surabaya
KERINDUAN Imam Faisal terobati pada 2022. Ketika itu, dia bisa datang ke Kota Surabaya saat mendampingi PSDS Deli Serdang yang tengah berjuang di Liga 3 Nasional. Dulu, Kota Pahlawan, sebutan Kota Surabaya, memang tidak asing baginya.
‘’Saya satu musim membela Persebaya yakni pada 2003. Saat itu, Persebaya ada di Divisi I,’’ kenang Imam kepada JawaPos.com pada Minggu (24/3).
Ketika itu, Divisi I adalah kasta kedua di pentas sepak bola Indonesia. Persebaya harus berada di situ karena musim sebelumnya, 2002/2003, terdegradasi.
‘’Ada yang mengajak saya ke Persebaya. Tawaran yang tidak bisa ditolak,’’ kata Imam.
Padahal, sebelumnya, dia tak pernah meninggalkan kampung halamannya di Serdang Bedagai sejak lahir pada 11 Maret 1978. Pada 1994, Imam sudah membela klub dengan jersey kebesaran berwarna kuning tersebut.
‘’Saya lahir dan besar di wilayah perkebunan. Kakek dan nenek dari Jawa, tepatnya Jawa Tengah dan bisa dikatakan saya putra Jawa kelahiran Sumatera atau Pujakesuma,’’ terang Imam.
PS Garuda Matapao menjadi klub pertama dan awal karir Imam di pentas sepak bola. Dari klub itu pula, Imam masuk PSDS Junior 1994 dan mulai 1998 hingga 2002 menembus senior dengan posisi sebagai penyerang.
‘’Kurang lebih ada 30-an gol yang saya cetak selama bermain di PSDS Senior. Mungkin itu juga yang membuat Persebaya tertarik mendatangkan saya,’’ jelas Imam.
Namun, bukan hal yang mudah untuk menembus persaingan di posisi inti Persebaya. Meski berada di Divisi I, materi pemain Green Force, julukan Persebaya, cukup mumpuni. Bahkan, pengurus mendatangkan beberapa pemain dari Indonesia U-21 seperti Hamka Hamzah (stopper), Erick Setiawan (bek), dan Rahmad Affandi (penyerang).
''Dilatih oleh Mamak (sapaan Muhammad Zein Alhadad), saya jarang diberi kesempatan main. Jangankan starter, pakai kaos pun tidak,’’ ujar Imam.
Namun, diakuinya, dia tak mau menyerah. Dia tetap menjalani semua program latihan dari pelatih.
Di tengah musim pergantian pelatih. Mantan penyerang Persebaya asal Brasil Jacksen F. Tiago ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Mamak. Perubahan ini memberikan dampak kepada Imam.
''Di tangan Jacksen, saya diberi kesempatan bermain dan mencetak empat gol. Saat delapan besar tidak ada final karena posisi dua teratas naik ke Divisi Utama,’’ tuturnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
