Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Maret 2024 | 10.49 WIB

Ingat Imam Faisal? Putra Jawa Kelahiran Sumatera yang Ikut Berjasa Kembalikan Persebaya Surabaya ke Kompetisi Kasta Tertinggi

Imam Faisal pada musim 2022/2023 menjadi asisten di klub Liga 2 PSDS. - Image

Imam Faisal pada musim 2022/2023 menjadi asisten di klub Liga 2 PSDS.

Sangat jarang Persebaya Surabaya diisi oleh pemain dari Sumatera Utara. Tapi ada memori manis dari putra Jawa kelahiran Sumatera (Pujakesuma), dia adalah Imam Faisal.

Sidiq Prasetyo, Surabaya

KERINDUAN Imam Faisal terobati pada 2022. Ketika itu, dia bisa datang ke Kota Surabaya saat mendampingi PSDS Deli Serdang yang tengah berjuang di Liga 3 Nasional. Dulu, Kota Pahlawan, sebutan Kota Surabaya, memang tidak asing baginya.

‘’Saya satu musim membela Persebaya yakni pada 2003. Saat itu, Persebaya ada di Divisi I,’’ kenang Imam kepada JawaPos.com pada Minggu (24/3).

Ketika itu, Divisi I adalah kasta kedua di pentas sepak bola Indonesia. Persebaya harus berada di situ karena musim sebelumnya, 2002/2003, terdegradasi.

‘’Ada yang mengajak saya ke Persebaya. Tawaran yang tidak bisa ditolak,’’ kata Imam.

Padahal, sebelumnya, dia tak pernah meninggalkan kampung halamannya di Serdang Bedagai sejak lahir pada 11 Maret 1978. Pada 1994, Imam sudah membela klub dengan jersey kebesaran berwarna kuning tersebut.

‘’Saya lahir dan besar di wilayah perkebunan. Kakek dan nenek dari Jawa, tepatnya Jawa Tengah dan bisa dikatakan saya putra Jawa kelahiran Sumatera atau Pujakesuma,’’ terang Imam.

PS Garuda Matapao menjadi klub pertama dan awal karir Imam di pentas sepak bola. Dari klub itu pula, Imam masuk PSDS Junior 1994 dan mulai 1998 hingga 2002 menembus senior dengan posisi sebagai penyerang.

‘’Kurang lebih ada 30-an gol yang saya cetak selama bermain di PSDS Senior. Mungkin itu juga yang membuat Persebaya tertarik mendatangkan saya,’’ jelas Imam.

Namun, bukan hal yang mudah untuk menembus persaingan di posisi inti Persebaya. Meski berada di Divisi I, materi pemain Green Force, julukan Persebaya, cukup mumpuni. Bahkan, pengurus mendatangkan beberapa pemain dari Indonesia U-21 seperti Hamka Hamzah (stopper), Erick Setiawan (bek), dan Rahmad Affandi (penyerang).

''Dilatih oleh Mamak (sapaan Muhammad Zein Alhadad), saya jarang diberi kesempatan main. Jangankan starter, pakai kaos pun tidak,’’ ujar Imam.

Namun, diakuinya, dia tak mau menyerah. Dia tetap menjalani semua program latihan dari pelatih.

Di tengah musim pergantian pelatih. Mantan penyerang Persebaya asal Brasil Jacksen F. Tiago ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Mamak. Perubahan ini memberikan dampak kepada Imam.

''Di tangan Jacksen, saya diberi kesempatan bermain dan mencetak empat gol. Saat delapan besar tidak ada final karena posisi dua teratas naik ke Divisi Utama,’’ tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore